Sabtu , 26 August 2017, 18:16 WIB

Suporter Malaysia Ini Berharap tak Ada Keributan

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Ratna Puspita
Republika/Anggoro Pramudya
Suporter Malaysia di Stadion Shah Alam.
Suporter Malaysia di Stadion Shah Alam.

REPUBLIKA.CO.ID, SELANGOR -- Suporter Malaysia, Syamil (28 tahun) berharap tidak ada kegaduhan pada laga Indonesia kontra Malaysia pada SEA Games 2017. Tim nasional Indonesia menghadapi Malaysia pada semifinal SEA Games di Stadion Shah Alam, Selangor, Sabtu (26/8) malam waktu setempat. 

"Saya berharap tidak ada kegaduhan (keributan) antar dua belah pihak sebab dapat mencoreng nama besar Malaysia dan Indonesia. Meski kami tahu bahwa laga Malaysia dan Indonesia selalu dihantui dengan aksi-aksi vandalisme," kata dia saat ditemui Republika di bagian luar stadion, Sabtu.

Pria yang mengaku tinggal di Selangor ini menyaksikan laga langsung bersama teman-temannya. Pria berusia 28 tahun itu mengaku tak ingin gesekan antarpendukung kembali terjadi, suporter Malaysia berharap agar peetandingan berjalan dengan khidmat.

“Ini partai besar antara Malaysia dan Indonesia. Kedua tim sama-sama memiliki permainan yang hebat di babak penyisisihan grup, jadi laga dipastikan bakal berlangsung seru," kata dia Syamil.

Antusiasme pendukung Malaysia sangat tinggi untuk menyaksikan duel sengit melawan timnas Indonesia U-22 di laga semifinal SEA Games 2017. Sebanyak 80 ribu tiket pertandingan sudah ludes terjual untuk kedua belah pihak. Sekitar 20 ribu hingga 25 ribu fan garis keras (Ultras) Harimau Malay bakal datang ke stadion. 

Di ajang Piala AFF 2012 silam mereka sempat terlibat bentrok dengan suporter Indonesia. Sebelumnya, beredar kabar bahwa video ejekan mereka (Malaysia) ke suporter Indonesia beberapa tahun silam menyebar di sosial media. Ini mencuatkan kekhawatiran mereka bakal melakukan aksi teror pada pendukung tim tamu.

Sebelumnya, panitia penyelenggara SEA Games (Masoc) berjanji akan memperketat penjagaan di sekitar Stadion Shah alam. Masoc tak ingin kecolongan lagi dengan munculnya insiden yang bisa semakin mencorwng citra Malaysia dalam hajatan dua tahun sekali.

Dalam pernyataannya, Masoc mewanti-wanti kedua belah pihak untuk bisa saling menjaga perilaku selama laga dimainkan. "Tensi tinggi dan hal-hal semqcam itu bisa terjadi. Apa yang ingin saya sampaikan, mulai sekarang pengamanan dan keamanan akan semakin diperketat selama pertandingan Malaysia dan Indonesia," kata Presiden Masoc Tunku Imran Tuanku Ja'afar di MITEC.