Jumat, 27 Safar 1436 / 19 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Nonton Pertandingan Petanque, Pelajar Bingung 'Ini Permainan Apa Sih'

Sabtu, 19 November 2011, 06:30 WIB
Komentar : 0
Antara/Ismar Patrizki
Atlet Indonesia, Annisa Alfath, melempar bola (boule) saat berlaga melawan Filipina dalam cabang olah raga Petanque Sea Games XXVI di Komplek Olah Raga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.
Atlet Indonesia, Annisa Alfath, melempar bola (boule) saat berlaga melawan Filipina dalam cabang olah raga Petanque Sea Games XXVI di Komplek Olah Raga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG - Para pelajar ternyata juga tidak betah berlama-lama di arena petanque di kompleks stadiun Jakabaring Palembang. Meskipun, keadaan di lokasi tersebut sedang berlangsung pertandingan untuk memperebutkan medali SEA Games XXVI.

Kendati hampir setiap hari digelarnya pertandingan petanque, suasana di arena cabang olahraga asal Prancis itu kurang pononton alias sepi. Kondisi tidak berubah meski tim tuan rumah bertanding.

Edi, pelajar SMP 35 Palembang, hanya beberapa menit duduk di tribun terbuka arena Petanque. Dia langsung mengajak teman-temanya beralih ke arena lain SEA Games.

"Ini permainan apa. Kita bingung cara penghitungan dari permainan ini," katanya seraya mengajak teman-teman lain.

Akhirnya puluhan pelajar SMP tersebut keluar dan berkunjung ke arena lain di komplek olahraga Jakabaring Palembang.
Tidak hanya pelajar. Beberapa penonton lainnya juga merasa binggung dengan cabang olahraga petanque yang baru pertama kali dipertandingkan di SEA Games.

Diana, warga Palembang, juga menyatakan dirinya kurang tertarik dengan pertandingan cabang olahraga petanque. Olahraga ini sudah sangat populer bagi masyarakat Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
"Tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan"((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...