Thursday, 8 Zulhijjah 1435 / 02 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kaki Lima Disulap Jadi Warung Tenda SEA Games

Thursday, 10 November 2011, 09:47 WIB
Komentar : 1
Antara/Widodo S. Jusuf
Pedagang Kaki Lima (ilustrasi)
Pedagang Kaki Lima (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Para penonton SEA Games sebaiknya jangan berharap bisa membeli souvenir dari pedagang kaki lima. Pasalnya, demi ketertiban selama pesta olah raga ini, semua pedagang yang biasa 'gelaran' itu tidak akan diizinkan berjualan di sekitar area Gelora Bung Karno (GBK). Sebagai gantinya, penonton bisa membeli bermacam pernak-pernik di tenda bazar yang disediakan panitia.

Tenda akan berdiri di dalam lingkungan GBK. "Nggak cuma souvenir saja, bazar makanan juga banyak," ujar penanggungjawab bazar, Bakrie Hutajulu.

Keberadaan bazar bakal semakin memeriahkan suasana SEA Games, namun lingkungan stadion tetap terjaga kerapihannya. "SEA Games kan banyak tamu dari luar. Kami ingin SEA Games meriah, tapi tetap tertib," katanya.

Sampai sejauh ini, sudah 50 tenda yang dipesan oleh para pedagang untuk berjualan. Masih banyak tenda yang bisa didirikan jika ada masyarakat yang mau berpartisipasi. Pedagang hanya mengganti ongkos empat juta untuk biaya tenda, listrik dan uang kebersihan dari tanggal 7-22 November (selama 16 hari).

Ia merasa biaya itu tidaklah mahal. Tenda dengan ukuran 3x3 meter itu masih bisa dibagi jika ada penjual yang ingin 'patungan'. "Kami hanya memfasilitasi agar tertib. Tidak ada unsur komersial," tambahnya.

Namun, ia tidak memungkiri tenda bazar itu hanya akan ramai jika Indonesia sedang bermain. "Kalau Indonesia lagi nggak main, mereka biasanya nggak mau jualan. Soalnya nggak ada yang nonton," ujar dia.

Reporter : Dwi Murdaningsih
Redaktur : Didi Purwadi
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar