Jumat , 18 November 2011, 12:50 WIB

Transportasi Tradisional yang Jadi Bintang SEA Games

Rep: Agung Sasongko/ Red: Didi Purwadi
www.spoiledtraveler.com
Tuk Tuk
Tuk Tuk

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Keberadaan sarana transportasi pendukung dalam sebuah ajang berkaliber internasional sangat vital. Jika tidak tersedia atau pelayanan kurang maksimal, tuan rumah bersiap menanggung malu.

Karena begitu pentingnya, sejumlah tuan rumah SEA Games harus meminta bantuan transportasi tradisional. Tercatat ada tiga negara ASEAN yang menggunakan transportasi tradisionalnya yakni Indonesia, Thailand dan Filipina.

Keberadaan transportasi tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung transportasi. Tapi, mereka juga mempromosikan kekhasan tuan rumah penyelenggara. Sayang, transportasi tradisional ini menjadi bintang SEA Games yang tak mendapat emas.

Di Thailand dan Kamboja ada tuk-tuk. Kendaraan menyerupai bajaj dari India. Khusus tuk-tuk Thailand, kendaraan ini menjadi salah satu simbol kota Bangkok. Jika berkunjung ke Thailand, rasanya tidak lengkap untuk berkeliling kota Bangkok tanpa tuk-tuk.

Di Filipina ada kalesa atau jeepneys. Tampilan kalesa menyerupai becak motor di Medan. Bedanya kalesa menggunakan sepeda motor buatan Jepang, sedangkan becak Medan menggunakan sepeda motor bekas militer.

Sementara, jeepneys merupakan bekas kendaraan militer AS yang disulap menjadi alat transportasi. Bagi warga Filipina, jeepneys merupakan alat transportasi utama.

Di Indonesia ada becak. Maka, becak pun membawa atmosfer Indonesia di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Lokasi perhelatan SEA Games XXVI/2011.