Selasa , 29 August 2017, 06:38 WIB

Dua Hari Tersisa, Indonesia Sulit Capai Target Emas

Red: Israr Itah
Wikipedia
SEA Games 2017
SEA Games 2017

REPUBLIKA.CO.ID, KUALALUMPUR -- Pelaksanaan SEA Games 2017 di Malaysia tinggal dua hari lagi. Pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara ini akan berakhir pada Rabu (30/8). Jelang penutupan, kontingen Indonesia masih kedodoran untuk memenuhi target medali yang dibebankan.

Indonesia masih berkutat di posisi lima dengan raihan 32 emas, 54 perak dan 64 perunggu. Padahal, target dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) adalah 55 medali emas.

Peluang untuk mengejar kekurangan memang masih terbuka karena pada hari kesebelas ini ada 60 medali emas yang diperebutkan. Cabang pencak silat menjadi yang terbanyak yaitu 15 emas. Berikutnya ski air sebanyak enam emas dan balap sepeda dengan lima emas.

Akan tetapi bukan perkara mudah untuk meraihnya mengingat pesaing Indonesia ternyata banyak membuat kejutan. Sebut saja Vietnam yang mampu menguasai cabang angkat besi pada hari pertama pelaksanaan. Begitu juga dengan Malaysia yang perkasa pada balap sepeda.

Komandan kontingen Indonesia (CdM) di SEA Games 2017 Aziz Syamsuddin sebelumnya mengakatan butuh kerja keras bagi tim Merah Putih untuk mengejar target mengingat persaingan antar negara sangat ketat meski peluang meraih emas cukup besar.

"Benar. Memang butuh kerja keras untuk memenuhi target 55 emas. Semoga di sisa waktu yang ada bisa tercapai," katanya saat dikonfirmasi.

Seretnya perolehan medali emas Indonesia ini, tidak lepas dari melesetkan target. Sebutnya di angkat besi. Dua andalan yaitu Surahmat dan Eko Yuli Irawan ternyata hanya mendapatkan perak. Begitu juga dengan Maria Londa yang juga cuma menyumbang perak.

Selain melesetnya target, menjelang tuntasnya pelaksanaan kejuaraan dua tahunan ini juga muncul informasi bahwa anggaran dari pemerintah belum turun ke CdM. Untuk berangkat ke Malaysia membutuhkan dana dari APBN sebesar Rp 41,5 miliar. Namun, dalam perjalanannya dana tersebut tidak terpenuhi semuanya. Ada Rp11,5 miliar yang berasal dari Satlak Prima yang terbagi atas dua bagian.

 

Sumber : Antara