Selasa , 08 Agustus 2017, 22:24 WIB

Malaysia Protes Turki Deportasi Militan Jelang SEA Games

Red: Ratna Puspita
Mehmet Guzel/EPA
Antrean warga Suriah yang tinggal di Turki menunggu dibukanya pintu perbatasan dengan Suriah. (Ilustrasi)
Antrean warga Suriah yang tinggal di Turki menunggu dibukanya pintu perbatasan dengan Suriah. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Malaysia telah mengajukan keluhan pada Turki karena mendeportasi sejumlah tersangka militan ke Kuala Lumpur tanpa pemberitahuan, Selasa (8/8). Saat ini, polisi sedang meningkatkan pemeriksaan menjelang SEA Games  yang akan dimulai di Kuala Lumpur pada bulan ini. 

Reuters melaporkan, menurut pejabat keamanan Malaysia, para tersangka militan yang merupakan orang asing dideportasi dari Turki setelah tertangkap mencoba memasuki Suriah untuk bergabung dengan ISIS. "Turki seharusnya mengikuti protokol internasional," ujar sumber tersebut yang mengetahui tentang diskusi pihak Malaysia dan pihak Turki, dilansir dari Antara

Pertama, sumber itu mengatakan, dengan mendeportasi mereka ke pelabuhan embarkasi terakhir. Kedua, dengan menginformasikan negara tempat orang-orang yang dideportasi akan dikirim. 

Sumber tersebut tidak ingin dibuka identitasnya mengingat diskusi yang bersifat tertutup. Hingga kini, belum jelas berapa banyak tersangka yang hilang dan kapan tersangka tersebut akan memasuki Malaysia.

Namun, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pekan lalu bahwa mereka sedang mencari setidaknya 16 militan yang dideportasi dari Turki. Menurut polisi, para tersangka diberi pilihan oleh pihak berwenang Turki untuk dideportasi. 

Banyak yang memilih Malaysia karena banyaknya perjanjian bebas visa dengan negara lain. Kedutaan Turki di Kuala Lumpur tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Tim polisi kontra terorisme melakukan serangan selama enam jam sekitar jalan-jalan utama di Kuala Lumpur untuk meningkatkan keamanan SEA Games yang akan dimulai pada 19 Agustus, dan menangkap lebih dari 400 orang. Mereka yang tertangkap pada Ahad (6/8) kebanyakan adalah migran tanpa dokumen dari berbagai negara termasuk Bangladesh, India, Nepal, dan Myanmar.

"Operasi kami difokuskan untuk menemukan dan mengambil tindakan terhadap orang asing yang memiliki koneksi dengan terorisme, terutama yang terkait dengan aktivitas di Suriah," kata Kepala Divisi Kontra Terorisme Polisi Malaysia Ayob Khan Mydin Pitchay.

"Kami mengkhawatirkan elemen yang berhubungan dengan Suriah sedang berada di Malaysia," kata dia menambahkan. 

Sebelumnya, seorang warga Pakistan ditahan karena ada kemungkinan memiliki kaitan dengan pelanggaran keamanan, setelah polisi menemukannya dengan uang 40 ribu ringgit Malaysia, 62 paspor dari berbagai negara dan sebuah mesin untuk menempa stiker Departemen Imigrasi. 

Sumber : Antara/Reuters