Sabtu 27 May 2023 02:12 WIB

Wakil Ketua MPR: Beda Politik Boleh tapi Tetap Jaga Persatuan

Wakil Ketua MPR ingat masyarakat jaga persatuan di tahun politik.

Ahmad Muzani
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ahmad Muzani

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani, mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondusifitas pada tahun politik. Muzani menegaskan perbedaan politik jangan sampai menjadi sumbu perpecahan di tengah masyarakat.

"Kita sedang menghadapi tahun politik. Suasananya kadang hangat, kadang adem. Kita harus jaga persatuan ukhuwah Islamiyah kita, persaduaraan kita, dan kegotongroyongan kita. Itu adalah nilai luhur kita semua yang harus kita jaga bersama," katanya saat menyerahkan bantuan berupa ambulans kepada Universitas Islam An Nur dan kendaraan operasional LAZISNU kepada Nahdlatul Ulama (NU) Pringsewu, Lampung, Kamis (25/5).

Baca Juga

Menurut Muzani, persatuan sangatlah penting bagi pembangunan di sebuah negara. Dengan persatuan, maka perdamaian bisa tercipta. Sehingga suasana kondusif dalam bermasyarakat bisa terjaga.

"Itu sebabnya kita bisa berkumpul di sini. Karena ada persatuan, anak kita bisa sekolah. Karena persatuan, kita bisa bekerja, bertani, berdagang, mengaji dan lain-lain," ujarnya.

Muzani mencontohkan negara-negara yang tidak mampu menjaga persatuannya yang kemudian tidak bisa membangun peradabannya dengan baik. Seperti Sudan yang saat ini terus terjadi perang saudara yang sudah menelan korban ribuan rakyatnya meninggal dunia karena perang tersebut. 

"Sekarang di Sudan semua aktivitas ditutup karena ada peperangan di sana. Warga negara asing termasuk seluruh WNI saat ini dievakuasi karena suasannya sangat kacau dan tidak aman," jelas Sekjen Gerindra itu. 

"Itulah mengapa kita sebagai warga Indonesia sangat bersyukur bahwa persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan di negara kita bisa terjaga dengan baik," ujarnya.

Muzani menyadari, terkadang elite-elite politik mudah sekali untuk bersatu kembali. Namun di level masyarakat terkadang untuk kembali bersatu akibat perbedaan pilihan politik membutuhkan waktu. Oleh sebab itu, Muzani mengingatkan kembali agar perbedaan politik tidak menjadi sumbu-sumbu perpecahan di tengah masyarakat. 

"Pak Prabowo dan Pak Jokowi telah memberi contoh tentang pentingnya mengutamakan persatuan demi keutuhan bangsa dan negara. Yang penting jangan golput. Karena golput itu menunjukkan kita tidak memiliki keberpihakan atas hak kita sendiri. Begitu pun partai politik. Pilihan boleh berbeda tapi persatuaan dan persaudaraan harus tetap kita jaga," kata Muzani. 

"Itu pesan saya. Jadi jangan ada kisruh atau gontok-gontokan. Karena itu akan berakibat buruk pada masa yang akan datang. Para ulama dan kyai sudah susah payah menjaga persatuan ini," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement