Jumat 17 Mar 2023 00:57 WIB

Yusril akan Lakukan Penjajakan Pikiran dengan Bakal Capres

Muhaimin mengakui pertemuannya dengan Yusril juga membahas Pilpres 2024.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra di Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jakarta, Senin (13/3).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra di Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jakarta, Senin (13/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra bersilaturahim dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar. Usai pertemuan tersebut, Muhaimin memuji kehebatan Yusril yang berhasil memenangkan Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden terpilih.

Yusril sendiri menjawab, hal itu bukanlah merupakan kesaktian. Menurutnya, itu adalah hasil pemikiran dari ilmu hukum, politik, dan filsafat yang telah dipelajarinya dalam waktu lama.

Baca Juga

"Namanya saya belajar hukum tata negara, belajar politik, dan filsafat barang kali. Padahal hal yang tak terpikirkan sama orang itu bisa saya bisa melihat ada sesuatu, nah itu kita diskusikan seperti tahun '99 dan tahun 2004," ujar Yusril di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (16/3/2023).

Ia sendiri belum dapat menyatakan sikap dukungannya dalam Pilpres 2024. Menurutnya, ia dan PBB masih akan terus menjalin komunikasi dengan partai politik lain untuk membahas peluang koalisi.

Kendati demikian, ia mengaku akan melakukan penjajakan pemikiran dengan sosok-sosok yang kerap disebut akan maju sebagai calon presiden (capres). Termasuk dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan bakal capres dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan.

"Jadi mudah-mudahan dengan penjajakan pemikiran itu akan mengilhami saya untuk ada satu pemikiran baru yang mungkin bisa menjadi satu solusi bersama untuk mengatasi persoalan," ujar mantan menteri Kehakiman, Hukum, dan HAM itu.

Muhaimin sendiri mengamini, salah satu yang dibahas keduanya adalah perkembangan koalisi jelang Pilpres 2024. Ia juga memuji Yusril sebagai salah satu tokoh hebat di kancah politik Indonesia.

Sebab, mantan menteri Hukum dan Kehakiman itu pernah berhasil memenangkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden terpilih. "Jadi Pak Yusril ini orang hebat, yang pernah menjadikan Gus Dur sebagai presiden. Kedua, Pak Yusril ini pernah jadiin Pak SBY sebagai presiden," ujar Muhaimin.

Dalam pertemuan empat matanya tersebut, Muhaimin juga menanyakan kepada Yusril terkait sosok yang berpotensi menjadi presiden periode 2024-2029. Mengingat pengalaman Yusril yang berhasil memenangkan Gus Dur dan SBY.

"Ini saya ingin ngecek kesaktiannya 2024 ini siapa yang menang. Saya ngecek ke Pak Yusril, ternyata Pak Yusril minta waktu seminggu untuk mendeteksi," ujar Muhaimin disambut tawa oleh pengurus DPP PKB dan DPP PBB yang hadir.

Ia sendiri mengatakan, peta koalisi dan perkembangan politik jelang Pilpres 2024 masih sangat dinamis. Hanya Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya antara Partai Gerindra dan PKB yang diklaimnya solid.

"PBB sampai hari ini juga belum menentukan pilihannya, tentu semuanya masih cair. PKB bersama Gerindra masih membuka dengan siapa dengan siapapun untuk bisa bergabung," ujar Wakil Ketua DPR itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement