Rabu 15 Mar 2023 22:29 WIB

Sakinah Finance dan Staf Khusus Presiden Luncurkan Program Sejuta Ta’awun Disabilitas

200 peserta hadir mewakili perkumpulan-perkumpulan disabilitas.

Sakinah Finance meluncurkan “Program Sejuta Ta’awun Disabilitas” bekerja sama dengan Productive+ binaan Staf Khusus Presiden RI Bidang Disabilitas Angkie Yudistia.
Foto: Sakinah Finance
Sakinah Finance meluncurkan “Program Sejuta Ta’awun Disabilitas” bekerja sama dengan Productive+ binaan Staf Khusus Presiden RI Bidang Disabilitas Angkie Yudistia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sakinah Finance meluncurkan “Program Sejuta Ta’awun Disabilitas” bekerja sama dengan Productive+ binaan Staf Khusus Presiden RI Bidang Disabilitas Angkie Yudistia. Dalam acara peluncuran ini, 200 peserta hadir mewakili perkumpulan-perkumpulan disabilitas di Tanah Air antara lain Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia (PPDFI), Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), termasuk juga Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI).

Melalui siaran pers yang diterima Republika, Rabu (15/3/2023), Murniati Mukhlisin selaku pendiri Sakinah Finance mengatakan bahwa dalam perspektif Islam, komunitas disabilitas mendapatkan tempat khusus yang mulia di dalam Al-Qur’an. Hal itu seperti di  QS Abasa (80): 1-12 yang berbunyi, Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling. Karena seorang tuna netra telah datang kepadanya. Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali ia ingin menyucikan dirinya (dari dosa) hingga ayat yang mempertegas bahwa ajaran tersebut adalah peringatan sebagai nasihat.

Baca Juga

Itulah salah satu cara Allah SWT memuliakan para disabilitas di mana Rasulullah SAW ditegur tentang bagaimana sikapnya terhadap seorang tuna netra yang datang dan bertanya tentang agama. Saat itu, Rasulullah SAW sedang duduk bersama dengan pemuka Quraisy, sehingga ada momen di mana Rasulullah SAW sibuk dan mengabaikan tuna netra yang bernama Abdullah bin Umi Maktum.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia adalah sebanyak 22,5 juta orang dan 55 persennya adalah perempuan. Selain keterbasan dalam kesempatan berkarya, mengatur keuangan personal masih menjadi PR kaum disabilitas yang menurut survei memiliki pengeluaran 30 persen lebih banyak dari orang pada umumnya.

Pengeluaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang secara natural lebih tinggi terutama untuk kesehatan. Ditambah banyak dari kaum disabilitas ini yang berada dari keluarga yang belum mandiri dan mapan ekonominya.

Dengan semangat meningkatkan inklusi keuangan syariah, tim Sakinah Finance Disabilitas memberikan pelatihan singkat bagaimana mengatur keuangan personal dan keluarga disabilitas serta motivasi berbisnis. Dalam kesempatan yang sama, Sakinah Finance menyampaikan santunan dari para donatur yaitu paket literasi dan proteksi senilai Rp 100 ribu kepada seribu penyandang disabilitas. Para donatur mitra Sakinah Finance antara lain UPZDK Bank Permata dan BSI Maslahat.

Dhika Anugerah selaku perwakilan PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia (Asyki) selaku mitra penyedia jasa asuransi mikro syariah ini mengatakan bahwa Program Ta'awun Disabilitas menawarkan manfaat selama satu tahun. Adapun manfaatnya adalah berupa Santunan Meninggal Dunia sebesar Rp 2,5 juta dan Santunan Harian Rawat Inap Rp 100 ribu per hari (maksimal 10 hari per tahun), diberikan kepada peserta dengan rentang usia nol hingga 60 tahun. 

Murniati mengatakan, program ini melibatkan pihak-pihak strategis yaitu Sakinah Finance sebagai institusi konsultasi dan pelatihan perencanaan keuangan dan wirausaha syariah, Asyki selaku lembaga pialang resmi di bawah pengawasan OJK, para komunitas disabilitas resmi di Indonesia, dan Staf Khusus Presiden dengan mandat khusus disabilitas. Dia berharap agar program ini dapat mencapai sejuta peserta. Acara seperti hari ini sudah direncanakan untuk diadakan juga di Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Samarinda, Banjarmasin, Surabaya, Mataram, dan Jambi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement