Rabu 15 Mar 2023 19:04 WIB

Survei: Erick Thohir Semakin Unggul dalam Peta Cawapres RI 2024

Di bawah Erick Thohir Kementerian BUMN menjadi lembaga yang lebih baik.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Erdy Nasrul
Lukisan kaligrafi dan wajah Menteri BUMN Erick Thohir diperlihatkan saat Pameran Artefak Islamic Fair di Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/3/2023). Sebanyak 45 artefak peninggalan Rasulullah SAW beserta sahabat seperti pedang, batu, baju perang dan pembakaran wewangian dipamerkaan hingga 19 Maret 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Lukisan kaligrafi dan wajah Menteri BUMN Erick Thohir diperlihatkan saat Pameran Artefak Islamic Fair di Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/3/2023). Sebanyak 45 artefak peninggalan Rasulullah SAW beserta sahabat seperti pedang, batu, baju perang dan pembakaran wewangian dipamerkaan hingga 19 Maret 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nama Menteri BUMN Erick Thohir telah melekat sebagai calon wakil presiden berelektabilitas tinggi berdasarkan hasil survei. Erick menjadi pendongkrak elektabilitas calon presiden yang berpasangan dengannya. 

Analis Perfekto untuk Indonesia, Fakhrul Radhi menjelaskan, Erick Thohir semakin menguasai peta elektoral cawapres RI 2024. “Dari beberapa hasil survei berbagai lembaga ternama, Capres yang disandingkan dengan Erick Thohir menjadi unggul,” terang Fakhrul di Jakarta pada Rabu (15/3/2023).

Baca Juga

Dia mencotohkan ketika dipasangkan dengan capres Ganjar Pranowo di dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO). Calon presiden Ganjar – dan calon wakil presiden Erick Thohir tampil unggul dalam simulasi pemilu presiden dan wakil presiden dengan tiga pasangan. Elektabilitas pasangan Erick dan Ganjar mencapai 36,8 persen.

Pasangan kepala daerah dan menteri tersebut mengalahkan duet Prabowo – Muhaimin dan Airlangga – Ridwan Kamil. Masing – masing duet tersebut hanya memiliki elektabilitas sebesar 31,5 persen dan 19,4 persen.

“Baru-baru ini survei IPO, Ganjar Pranowo unggul 36,8 persen saat disandingkan dengan Erick Thohir,” ujar Fakhrul.

Berbanding terbalik ketika Ganjar dipasangkan dengan kandidat lain seperti Airlangga ataupun Puan Maharani. Penurunan elektabilitas terjadi ketika Gubernur Jateng tersebut dipasangkan dengan kandidat lain selain Erick Thohir.

Bersama Airlangga terjadi penurunan elektabilitas sebesar 7,9 persen dari Ganjar – Erick. Ganjar – Airlangga terekam memiliki elektabilitas sebesar 28,9 persen dan berada di posisi kedua dalam simulasi Pilpres 2024.

Penurunan lebih tajam terjadi ketika Ganjar berpasangan dengan Puan. Jika dibandingkan pasangan Ganjar – Erick dan Ganjar – Puan ada jarak elektabilitas sebesar 14,9 persen. Elektabilitas Ganjar – Puan hanya di angka 21,9 persen dan berada di posisi ketiga dalam simulasi versi IPO.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Fakrul menyimpulkan duet Ganjar – Erick berpotensi menang di Pilpres 2024 ketimbang skema pasangan lain yang muncul. Terbukti, duet Ganjar – Erick mampu mengungguli para pesaingnya dalam simulasi gelaran pemilu.

“Kontribusi Erick Thohir sebagai cawapres mendongkrak suara calon presiden, namun berbeda saat Ganjar dipasangkan dengan cawapres lainnya, elektabilitasnya langsung turun,” ujar Fakhrul.

Memajukan BUMN

Seperti diketahui, di bawah Erick Thohir Kementerian BUMN menjadi lembaga yang lebih baik dalam membantu perekonomian masyarakat dan negara. Hal ini dinilai Fakhrul sebagai bukti dukungan dari para insan di BUMN kepada Erick Thohir.

Erick Thohir juga merupakan warga NU atau Nahdliyin. Di mana ia merupakan Anggota Kehormatan Banser dan Ketua Steering Committee (SC) Panitia Harlah 100 Tahun NU. Panggung sarat politik yang disediakan oleh PBNU agar nama Erick Thohir terus melejit sebagai calon pemipin Indonesia selanjutnya.

Maka dari itu, Erick Thohir memiliki magnet yang sangat kuat untuk dipinang oleh parpol agar diusung pada Pilpres 2024 mendatang. Hingga kini Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki ketertarikan yang sangat besar untuk mengusung Erick Thohir sebagai cawapres dalam kontestasi demokrasi mendatang.

“Erick Thohir memiliki magnet bagi partai untuk diusung, artinya partai pasti akan mengusung calon yang mudah untuk ditawarkan ke publik,” kata Fakhrul.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement