Ahad 12 Mar 2023 23:00 WIB

Wali Kota Pontianak Komitmen Tangani Perubahan Iklim

Penanganan perubahan iklim meniscayakan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sejumlah ubur-ubur ungu atau ubur-ubur mahkota (Cephea cephea) yang terdampar mengapung di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (17/2/2023). Puluhan ubur-ubur berdiameter antara 30cm sampai 50cm yang berhabitat di laut dalam sekitar Laut Pasifik dan Atlantik Timur dan juga ditemukan di pesisir Pantai Selatan Sydney Australia itu diduga terbawa angin kencang dan arus laut selain karena faktor perubahan iklim.
Foto: Antara/Basri Marzuki
Sejumlah ubur-ubur ungu atau ubur-ubur mahkota (Cephea cephea) yang terdampar mengapung di Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (17/2/2023). Puluhan ubur-ubur berdiameter antara 30cm sampai 50cm yang berhabitat di laut dalam sekitar Laut Pasifik dan Atlantik Timur dan juga ditemukan di pesisir Pantai Selatan Sydney Australia itu diduga terbawa angin kencang dan arus laut selain karena faktor perubahan iklim.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berkomitmen dalam berbagai upaya penanganan perubahan iklim di antaranya dengan menyusun rencana aksi perubahan iklim.

"Dalam rencana aksi ini juga sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup di Kota Pontianak," ujarnya saat menjadi narasumber dalam talkshow mengusung tema mengendalikan perubahan iklim dari dudut kebijakan politik lingkungan di Pontianak, Sabtu (11/3/2023).

Baca Juga

Ia menjelaskan dalam penyusunan aksi perubahan iklim Pemkot Pontianak didampingi Global Covenant of Mayors for Climate and Energy (GCoM) Asia Pacific, dan Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific Institut Pertanian Bogor (CCROM IPB).

"Untuk rencana aksi kami didampingi GCOM dan CCROM IPB. Tentu dalam penanganan perubahan iklim butuh kolaborasi semua pihak dengan berbagai upaya lainnya," kata dia.

Selain rencana aksi, sederet upaya yang dilakukan Pemkot Pontianak antara lain dengan mendirikan bank sampah, penyediaan TPS3R, menggalakkan penanaman pohon, dan berpartisipasi aktif dalam setiap agenda nasional yang bertema lingkungan.

Serangkaian upaya tersebut telah membuahkan hasil berupa penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta terpilih sebagai salah satu kota percontohan program GCoM.

"Kita rutin menggalakkan penghijauan, pengolahan sampah 3R, bank sampah, kemudian kita masuk program GCoM, selalu ikut kegiatan-kegiatan isu lingkungan seperti 60+ hour dan lainnya," ungkapnya.

Secara berkelanjutan, pihaknya ingin menjadikan Pontianak sebagai kota hijau. Pengolahan sampah, limbah, iklim udaranya harus bisa terjaga agar tetap sehat. Mengajak masyarakat untuk hemat energi, menggalakkan penggunaan sepeda dan jalan kaki terus digaungkan.

"Upaya itu dilakukan untuk mencegah dampak perubahan iklim yang serius di masa depan," tuturnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement