Senin 30 Jan 2023 20:07 WIB

Apakah Dark Chocolate Sehat? Pahami Ini Sebelum Konsumsi

Dark chocolate bukan tanpa manfaat tapi risikonya juga tidak bisa diabaikan.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti
Apakah dark chocolate benar-benar sehat? Pahamil ini sebelum konsumsi. (ilustrasi)
Foto: flickr
Apakah dark chocolate benar-benar sehat? Pahamil ini sebelum konsumsi. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dark Chocolate atau cokelat hitam populer karena potensi manfaat kesehatannya. Kabarnya cokelat ini kaya akan antioksidan dan baik untuk jantung. Selain itu, kandungan gulanya rendah.

Tak heran bila lebih dari 50 persen menganggapnya sebagai pilihan yang lebih aman dan sehat dibandingkan dengan permen. Namun ternyata, ada sisi gelap dari cokelat ini.

Baca Juga

Manfaat dark chocolate

Dark chocolate menjadi sumber antioksidan dan polifenol yang hebat telah mendapatkan popularitas di kalangan penggemar kebugaran. Banyak penelitian berbicara tentang banyak manfaat potensial dari dark chocolate untuk kesehatan jantung. Salah satunya membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

Cokelat hitam juga dianggap baik untuk fungsi otak dan dikatakan menurunkan risiko strok. Antioksidan di dalamnya dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, jika Anda telah makan cokelat hitam dalam porsi kecil selama beberapa waktu dan berpikir itu tidak akan membahayakan, Anda perlu mengetahuinya.

Sisi gelap dark chocolate

Dilansir laman Hindustan Times, Senin (30/1/2023), Senior Consultant Neurologist, Apollo Hospital, Jubilee Hills, Hyderabad, dr Sudhir Kumar, baru-baru ini membuat cicitan tentang sisi gelap cokelat hitam. Penelitian telah menemukan beberapa batang cokelat hitam mengandung dua logam berat, kadmium, dan timbal.

"Para ilmuwan melaporkan bahwa para ilmuwan mendeteksi kadmium dan timbal dalam banyak cokelat hitam, sampel diuji," ujar dr Sudhir dalam unggahannya.

Menurutnya, paparan jangka panjang yang konsisten terhadap logam berat dalam jumlah kecil sekalipun dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dia mengatakan bahaya terbesar bagi wanita hamil dan anak kecil karena logam dapat menyebabkan masalah perkembangan, memengaruhi perkembangan otak, dan menurunkan IQ.

Selain itu, ahli saraf ini mengatakan mengonsumsi cokelat ini dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan lainnya. "Sering terpapar timbal pada orang dewasa dapat menyebabkan masalah sistem saraf, hipertensi, penekanan sistem kekebalan tubuh, kerusakan ginjal, dan masalah reproduksi," ujar dr Sudhir.

Cokelat hitam bukan tanpa manfaat tetapi risikonya juga tidak bisa diabaikan. "Cokelat hitam mengandung setidaknya 65 persen kakao dari beratnya. Biji kakao kaya akan flavanol (antioksidan), yang membuatnya sehat dan sayangnya, logam berat juga mengintai di dalam padatan kakao.

"Menjadi sulit untuk menyeimbangkan manfaat dan risikonya," kata dr Sudhir.

Dr Sudhir mengatakan, orang-orang harus mengingat poin-poin ini sebelum mengonsumsi cokelat hitam:

1. Konsumsi cokelat hitam dengan kandungan timbal/kadmium rendah.

2. Konsumsi cokelat hitam sesekali, atau bergantian dengan cokelat susu (kandungan logam berat lebih rendah).

3. Konsumsi cokelat dengan kandungan kakao lebih rendah.

4. Anak-anak dan wanita hamil harus menghindari cokelat ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement