Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Remaja Lebih Banyak Mengidolakan Penghibur Pentas

Minggu, 16 Desember 2012, 21:54 WIB
Komentar : 0
Artis Julia Perez

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Miris melihat fenomena saat ini, dimana remaja lebih mengenal penghibur pentas dibanding pejuang ilmu. Mereka juga lebih tertarik menjadi seorang penghibur pentas dengan jaminan popularitas dan materi dibanding mereka yang berjuang dan mengaharumkan nama bangsa di ajang olimpiade sains dengan kecerdasan otaknya.

Media massa pun turut terlibat dalam hal ini, lihatlah berapa banyak pemberitaan mengenai prestasi anak bangsa dibidang ilmu pengetahuan dibandingkan pemberitaan mengenai seorang remaja yang menjadi pemenang dalam ajang olah vokal ataupun pemberitaan mengenai atlet yang mengharumkan nama bangsa di ajang internasional?. Miris sekali memang, remaja saat ini lebih mengenal sosok Pasha “Ungu” dibanding sosok seorang Ni Komang Darmiastini peraih medali perunggu pada Olimpiade Biologi Internasional di Brisbane, Australia ataupun sosok Ruhama Sidqy yang meraih medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional mata pelajaran Fisika tahun 2010 di Medan.

Mengapa demikian? Dahsyatnya pemberitaan, sambutan serta apresiasi bagi artis Indonesia yang berhasil Go Internasional tetapi mereka yang berhasil menorehkan prestasi melalui kecerdasan otaknya hanya disambut seperlunya saja. Bahkan apresiasi dan perhatian dari pemerintah pun sangat kurang.

Penulis: Salma Adillasari  (Siswi MAN 7 Jakarta)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : SMA se DKI Jakarta
1.204 reads
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...