Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Membaca Novel dan Buku Pelajaran

Minggu, 16 Desember 2012, 21:46 WIB
Komentar : 0
AP
Novel \"1Q84\" karya Haruki Murakami.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kita pasti pernah mengenal kalimat “Buku adalah Jendela Dunia” dan merupakan fakta yang tak terbantahkan.Tapi bagaimana jika kebanyakan orang salah mempersepsikannya, terutama kaum pelajar?

Misalkan para pelajar membaca buku selain pelajaran .contohnya  novel,bisa saja komik atau majalah tapi mayoritas yang di baca kaum pelajar adalah novel yang di baca di lingkungan sekolah.Sebenarnya yang jadi masalah bukan novelnya,tapi tempatnya.Bukankah sekolah tempat untuk belajar?

Mungkin tidak jadi masalah jika tidak mengganggu pelajaran,tapi jika sudah mengganggu pelajaran hingga lupa segala tugas dan PR karena terlalu tekun membaca novel, bukankah urusannya berbeda?. Kebanyakan pelajar pasti berdalih ''Novel kan buku, berarti novel jendela dunia juga, berarti tidak salah kalau membaca novel, toh novel juga memberikan pengetahuan''?
Memang betul, tapi menjadi persepsi yang salah jika kita sampai mengabaikan jendela dunia yang lebih  penting yaitu pelajaran di sekolah.
          
Saya adalah salah satu penggemar novel, yang tahan berjam-jam jika sudah membacanya. Jika saja kita dapat mengatur waktu antara jendela dunia yang penting dan jendela dunia yang lainnya maka jendela ilmu yang sesungguhnya akan kita temukan. Mungkin solusinya dengan membaca novel di hari libur atau jika tugas-tugas di sekolah sudah selesai.Pada intinya jangan sampai waktu yang mengatur kita, tapi buatlah agar kita yang pintar mengatur waktu.

Penulis: Galuh Setyo Harini (Siswi SMK Perguruan Cikini 3 Jakarta)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : SMA se DKI Jakarta
978 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...