Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penggunaan Helm Bagi Pengemudi Motor, Sekadar Tren atau Mau Selamat?

Sunday, 08 July 2012, 11:03 WIB
Komentar : -1
Wordpress.com
Helm merk KYT (ilustrasi).
Helm merk KYT (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kadang di zaman sekarang, anak-anak muda seringkali mengabaikan apa yang namanya keselamatan. Demi trend dan mode, mereka kadang menomorduakan arti keselamatan. Lihatlah jumlah kecelakaan sepeda motor lima tahun terakhir ini. Selain meningkat, juga karena banyak pemakai motor khususnya anak-anak muda, tidak mempunyai peralatan yang cukup saat mereka mengendarai motor. Penggunaan helm yang sembarangan misalnya.

Yang penting keren dan tren, helm yang digunakan jarang yang berlisensi SNI (standar nasional indonesia). Sehingga ketika terjadi kecelakaan, dampak cedera parah akan terasa dibandingkan mereka yang menggunakan helm dengan standar SNI.

Bagi pengguna motor, Helm merupakan hal yang sangat penting. Memakai helm yang tidak SNI dapat membahayakan nyawa. Apalagi jika tidak memakai helm, fatal akibatnya. Banyak remaja meremehkan helm. Alasannya hanya pergi dekat-dekat rumah saja. Alasannya selain helm berlisensi SNI mahal, kadang lebih gaya menggunakan helm tanpa lisensi tapi terlihat keren disaat menggunakannya.

Saya punya pengalaman dengan kecelakaan dan helm. Saya punya teman namanya Shabrina Dipa Putri Hasibuan. Ia seorang siswi SMA N 67 Jakarta. Mungkin ia salah satu korban dari helm yang tidak berlabel SNI. Ia mengalami kecelakan di Halim Perdana Kusuma beberapa waktu lalu. Helm yang ia gunakan hancur akibat terbentur. Hanya tinggal busa dalam yang tersisa. Shabrina sempat dilarikan ke Rumah Sakit Haji, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Gatot Subroto. Ia sempat mengalami gegar otak. Innallilahi wa inna illaihi rojiun, Shabrina menghembuskan nafasnya beberapa jam setelah kecelakaan.

Sejak itu, saya sangat hati-hati di saat akan menggunakan motor. Saya biasanya menggunakan helm yang berlisensi SNI. Demikian juga dengan Gabe, kawan saya, yang juga bersekolah di SMA 9 Jakarta. Ia malah menggunakan helm dengan merek KYT. Harganya memang mahal, namun aman ketika digunakan. Menurut Gabe, helm yang ia gunakan tidak membuat dirinya gerah, meski semuanya tertutup. Ring penguncinya juga tidak cepat rusak. Fentilasinya banyak. Dan satu hal lagi yang membuat Gabe suka helm ini, ringan. Suatu ketika ia mengalami kecelakaan. Helm yang ia gunakan hanya lecet saja, tidak sampai seperti yang lain.

Jadi sayangilah diri Anda sendiri. Jagalah keamanan dalam bermotor. Pilihlah helm yang berlabel SNI. Utamakan kualitas. Harga memang agak sedikit mahal, namun utamakan keselamatan dalam berkendaraan.

Penulis: Nabila Fauziyah (siswi SMAN 9 Jakarta, anggota Klub Jurnalis ROL angkatan I)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : SMA se Jakarta Timur
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Keren, Ada Aplikasi untuk Mengatur Usaha Kecil Anda
NEW YORK -- Baru-baru ini, jaringan kedai kopi Starbucks mengklaim unggul dalam pembayaran lewat aplikasi ponsel dengan 7 juta transaksi seminggu. Tetapi UKM...