Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mengatasi Kenakalan Remaja

Wednesday, 23 May 2012, 15:12 WIB
Komentar : 0
Sebanyak 40 pelaku penyalahgunaan obat berusia remaja diamankan kepolisian di Direktorat IV Narkotika Mabes Polri, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (1/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)
Sebanyak 40 pelaku penyalahgunaan obat berusia remaja diamankan kepolisian di Direktorat IV Narkotika Mabes Polri, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (1/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID,CIPAYUNG -- Kenakalan remaja adalah pelampiasan masalah yang dihadapi oleh kalangan remaja yang tindakannya menyimpang. Menurut ahli sosiologi Kartono, istilah kenakalan remaja adalah Juvenile delinquency. Istilah ini merupakan gejala patolosis sosial pada remaja, yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial.

Dalam blognya, Psikonseling.blogspot, Evi seorang psikiater menyebutkan kenakalan remaja sebagai perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial.

Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kenakalan remaja? dari berbagai sumber, diketahui ada tiga hal yang membuat remaja melakukan tindakan yang menyimpang. Pertama pengaruh teman sepermainan.  Ini merupakan pengaruh yang sangat besar dikalangan remaja. Di dalam kenyataannya , banyak remaja yang tidak mampu bergaul dengan kalangan tertentu. Dan jika tidak mampu bergaul mereka cenderung akan melarikan kekecewaannya terhadap narkotika.

Yang kedua adalah pendidikan. Menurut Digha Nikaya, seorang psikolog,  agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai, pilihlah sekolah yang benar jangan memilih sekolah yang sudah tercemar nama baiknya. Ketiga adalah kurangnya perhatian dari orang tua. Orang tua harusnya memberikan perhatian lebih terhadap anak.Ini juga merupakan hal yang paling mempengaruhi anak bersikap brutal, karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anak , kemudian akan bersikap keras dan liar.

Terdapat sejumlah jenis kenakalan remaja. Yang paling utama adalah penyalahgunaan narkoba. Perlu diketahui tingkat pengguna narkoba di kalangan remaha di Indonesia sangat memprihatinkan. Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus penyalahgunaan narkoba terus meningkat di kalangan remaja. Dari 2,21% (4 juta orang) pada tahun 2010 menjadi 2,8 (sekitar 5 juta orang) pada tahun 2011. Yang berikutnya adalah seks bebas. Contoh kenakalan remaja dalam pergaulan seks bebas akan bersangkutan dengan HIV/AIDS . Ketiga adalah tawuran antarpelajar. Di kota-kota besar, satu tahun belakangan ini, tawuran antarpelajar semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak dari kenakalan remaja yang dibiarkan memang memengaruhi kehidupan masa depan remaja itu sendiri. Misalnya remaja akan tumbuh menjadi sosok yang berkepribadian buruk .Remaja tersebut akan dihindari atau malah dikucilkan oleh banyak orang. Akibat dikucilkan , remaja bisa mengalami gangguan kejiwaan, bukan berarti gila, tapi merasa dikucilkan dalam hal sosialisasi, merasa amat sedih atau malah membenci orang-orang disekitar.

Penulis: Achmad Romdoni (SMAN 51 Jakarta), M Zulian E (SMA Trampil 2 Jakarta) Salsabila Hamida (SMA Sudirman Jakarta), Avanttie Anandita (SMA Angkasa 2 Jakarta)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : SMA se Jakarta Timur
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...