Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Manisnya Jakarta, Macetnya Jakarta

Kamis, 06 Desember 2012, 12:56 WIB
Komentar : 0
Jakarta masuk dalam sepuluh kota termacet di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kemacetan di Jakarta seolah sudah menjadi sarapan sehari-hari bagi penduduknya. Menurut sumber data dari Dinas Perhubungan DKI, saat ini di Jakarta terdapat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet. Mobilitas masyarakat yang tinggi seharusnya dibarengi dengan sarana dan prasarana yang baik. Saat ini terjadi ketimpangan antara jumlah transportasi dengan jumlah jalan raya. ketimpangan skalanya adalah (5-10% : 4-5% ).

Sementara itu, sampai saat ini perkembangan jumlah alat transportasi dan jumlah jalan raya jauh dari keseimbangan,. Hal inilah yang menjadikan salah satu terjadinya kemacetan di Jakarta. Kemacetan ini karena arus lalu lintas yang tidak stabil, kecepatan laju kendaraan yang rendah dan antrean yang panjang.

Jakarta manjadi kota yang paling padat di Indonesia. Setiap tahunya terjadi kenaikan tingkat urbanisasi. Masyarakat rela meninggalkan daerah asal untuk menikmati manisnya Jakarta. Selain sebagai pusat kota, Jakarta juga menjadi pusat dari segala bisnis. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, jumlah kendaraan pun semakin meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan ini membuat kemacetan Jakarta semakin buruk.

Apalagi jumlah kendaraan pribadi lebih banyak dari kendaraan umum.
Ketertiban juga menjadi penting dalam mengurangi kemacetan. Setiap pengendara harus memiliki kesadaran berkendara. Mematuhi peraturan dan disiplin dijalan adalah keutamaan bagi setiap pengendara. Menggunakan kendaraan umum adalah salah satu upaya untuk mengurangi kemacetan.

Penulis: Abdul Aziz (Mahasiswa Alih Program Fakultas Ekonomi UNJ Jurusan Manajemen 2012)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : Universitas Negeri Jakarta
1.087 reads
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...