Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Rumah Kosong Bukan Berarti tak Semangat Belajar

Jumat, 25 Januari 2013, 08:24 WIB
Komentar : 0
Saefullah
Suasana belajar di SMP Al Manar

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI -- Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMAGI) datangi SMP Al-Manar. Kedatangan mahasiswa HIMAGI ini dalam rangka rangkaian program pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini merupakan bekal HIMAGI sebagai calon guru.

SMP Al-Manar Terletak di Perum Asri Pratama. Jangan bayangkan sekolah yang HIMAGI datangi ini memiliki fasilitas yang lengkap. Karena SMP Al-Manar jauh dari itu. Jangankan memiliki fasilitas yang lengkap, bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar saja adalah rumah kosong. Siswanya pun tak banyak. Hanya berjumlah 17 orang siswa. Lima siswa dikelas VII, tujuh siswa dikelas VIII dan lima siswa sisanya dikelas IX. Jumlah yang sangat sedikit untuk tingkat sekolah menengah pertama.

Sejak awal berdiri tahun 2005, SMP Al-Manar memang terus kehilangan siswanya. Guru yang mengajarpun ikut berkurang. Awalnya jumlah guru di SMP Al-Manar berjumlah 17 orang. Sekarang hanya tersisa empat orang. Berkurangnya guru dan murid SMP Al-Manar ini lantaran gedung yang tidak tersedia sebagaimana mestinya. Rumah kosong yang dijadikan sebagai sarana kelas jauh dari kesan nyaman. Tetapi mereka terlihat sangat bersemangat dalam menuntut ilmu.“Dulu SMP Al-Manar memiliki gedung sendiri. Tapi setelah ada konflik mau tidak mau sekarang belajarnya di rumah kosong, maklum sekolahan gratis jadi guru-gurunya tidak digaji,” kata April, guru SMP Al-Manar.

Karena kekurangan tim pengajar ini, Pak Adang, Kepala Sekolah SMP Al-Manar, ingin bekerjasama dengan HIMAGI dalam membantu proses belajar mengajar. “Saya sangat senang dengan kehadiran Mahasiswa Unisma Jurusan Geografi ini, semoga kita dapat bekerjasama untuk membantu memberantas kebodohan,” katanya.
Keterbatasan sarana belajar ini tak menjadikan turunnya semangat siswa untuk belajar. Mereka justru terlihat sangat antusias untuk menuntut ilmu setiap hari. “Saya senang belajar di sini dan kumpul sama teman-teman, saya harap sekolah ini tetap ada dan tim pengajarnya makin bertambah,” harap Mariati, siswi kelas 3, sambil malu-malu.

Penulis: Saepulloh – Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam 45 Bekasi.

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : Unisma
858 reads
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...