Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Anak tak Bisa Matematika. Hati-Hati Diskalkulia

Sabtu, 26 Januari 2013, 06:45 WIB
Komentar : 0
ist
Diskalkulia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Apa sih diskalkulia itu ? Sering sekali kita melihat anak atau orang disekeliling kita sulit memahami pelajaran matematika. Sudah diajarkan berulang kali pun tetap saja hasilnya nihil dan beranggapan bahwa anak tersebut bodoh, padahaln sebenarnya tidak. Nah hal inilah yang dinamakan diskalkulia.

Diskalkulia adalah ketidakmampuan seorang anak dalam menyerap konsep aritmatika. Penyebab diskalkulia dikarenakan adanya kelemahan proses penglihatan atau visualisasi. Misalnya anak sulit fokus pada pelajaran atau permainan. Faktor genetik mungkin berperan pada kasus diskalkulia, tapi faktor lingkungan dan simulasi juga bisa ikut menentukan. Matematika membutuhkan prosedur penyelesaian yang berurut mengikuti pola-pola tertentu, anak diskalkulia sulit mengikuti prosedur tersebut. Bisa jadi anak fobia matematika, adanya keyakinan bahwa dia tidak bisa matematika

Deteksi diskalkulia bisa dilakukan sejak kecil, tapi juga disesuaikan dengan perkembangan usia. Anak usia 4- 5 tahun biasanya belum diwajibkan mengenal konsep jumlah, hanya konsep hitungan. Anak usia 6 tahun ke atas umumnya sudah mulai dikenalkan dengan konsep jumlah yang menggunakan simbol seperti penambahan dan pengurangan.

Solusi yang bisa ditawarkan adalah dengan melakukan terapi pada sang anak. Atau jika kesulitan dalam hal biaya, bisa mengajarkan konsep belajar matematika yang lebih ringan dengan bahasa yang mereka mudah cerna.

Sebenarnya matematika adalah pelajaran yang mengasyikkan. Apalagi, untuk murid SD. Pada tingkat pendidikan dasar ini pelajaran matematika masih berkenaan dengan berhitung. Yang merupakan bagian dari matematika, yakni operasi tambah, kurang, kali, dan bagi. Mulai dari sekarang ayo para orang tua kenali gejala ini, segera tangani agar matematika tidak dijadikan sebagai pelajaran yang menyeramkan.

Penulis: Devita Moudy Larasati, Pend. Matematika – Universitas Muhammadiyah Jakarta

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : UMJ
1.790 reads
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...