Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Peloncoan: Perkenalan atau Penindasan?

Senin, 17 Desember 2012, 20:27 WIB
Komentar : 0
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Peloncoan sewajarnya merupakan aktivitas memasuki masa transisi disebuah lembaga pendidikan.

Ini dilakukan guna mengenalkan siswa baru terhadap lingkungan barunya. Tapi sekarang seolah peloncoan itu adalah tindakan penindasan yang dilakukan oleh atasan di lingkungan sekolah. Seolah sekarang peloncoan adalah budaya.

Pergeseran arti dari yang sebelumnya budaya pengenalan menjadi budaya kekerasan terlihat dari banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Bahkan hingga memakan korban jiwa.
Setiap tahun peloncoan terus berulang. Peloncoan yang dilakukan senior kepada junior menimbulkan dendam kepada juniornya. Sehingga setelah muncul rasa dendam mereka akan melakukan hal yang sama kepada junior mereka selanjutnya. Ini seperti lingkaran bola salju.

Banyak dari siswa berdalih ini sebagai hal yang biasa guna menumbuhkan mental yang kuat. Menurut Unicef Indonesia, Lembaga Perlindungan Anak, penindasan kepada anak-anak memiliki implikasi serius terhadap pertumbuhan anak. Gangguan ini misalnya menurunnya kepercayaan diri, anak merasa terasing dan kesepian.
Ada beberapa faktor yang membuat para senior melakukan kekerasan kepada adik kelasnya. Seperti rasa dendam atas perlakuan senior mereka sebelumnya. Atau ada juga yang hanya ingin menunjukan eksistensinya didepan juniornya.

Senioritas dan peloncoan tidak akan berakhir apabila setiap siswa berhenti memiliki rasa dendam. Menurut ahli psikolog, ada dua solusi untuk memberantas penindasan disekolah. Pertama, membuat siswa sadar semua orang memiliki hak yang sama, termasuk hak untuk tidak ditindas. Kedua,  mencontohkan sikap yang baik terhadap adik kelas sehingga mereka dapat menghormati apa yang senior inginkan. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk mengurangi tindak kekerasan. Termasuk dukungan dari guru dan orang tua.

Nasa Miftahul Karim (Mahasiswi Komunikasi penyiaran Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : UIN Sunan Gunung Djati
2.284 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...