Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Guru Madrasah Keluhkan Ujian Profesional Guru

Selasa, 06 November 2012, 20:32 WIB
Komentar : 0
Antara/Rahmad
Prestasi siswa madrasah kini tak kalah dengan siswa umum.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Pemandangan yang tak biasa, puluhan kendaraan bermotor padati kampus UIN Bandung. Plat nomor luar kota Bandung mendominasi parkiran dadakan.

Tepatnya Ahad (4/11) lalu, Kampus UIN dipadati oleh ratusan guru Madrasah Ibtidaiyah dari berbagai kota untuk mengikuti ujian peningkatan profesionalisme guru. Ujian yang bertujuan meningkatkan profesionalisme guru ini mengharuskan para guru berbondong-bondong menyambangi kampus yang ditentukan. “ Materi yang ditanyakan berkaitan dengan apa yang sehari-hari diajarkan kepada anak, jadi ya sudah biasa” ujar Nurleli (27) yang ditemui saat beristirahat di Masjid Iqomah selepas ujian.

Menurut penuturannya ujian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tes tulis dan yang kedua adalah wawancara berkaitan dengan BTQ (baca, tulis Quran).

Lain lagi dengan Saniyah (37) Guru Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum, Cirebon. Ia  menuturkan suasana ujian yang telah berlangsung tidak efektif. Hal itu dikarenakan dengan teknis pengujian secara serentak, empat guru diuji oleh satu orang penguji.

Dan banyaknya guru yang berasal dari luar kota, yang harus menempuh perjalanan panjang  menyebabkan mereka tidak konsentrasi ketika ujian karena kelelahan. Sebagai contoh seorang Ibu paruh baya asal Lampung terlihat mengantuk ketika ujian berlangsung.

penulis: Desti Puspaningrum (Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Komunikasi UIN SGD Bandung)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : UIN SGD
647 reads
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...