Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pasar Sayur di Trotoar Jalan

Selasa, 30 Oktober 2012, 12:07 WIB
Komentar : 0
mega yuliani
Sampah

REPUBLIKA.CO.ID,Kini fungsi trotoar telah hilang seiring bertambah banyaknya pasar sayur yang menjajakan dagangannya. Padahal kebanyakan dari mereka berdagang di trotoar depan pasar. Hanya karena mereka “Ingin cepat dan lebih untung dari pedagang yang ada didalam pasar,” ujar seorang pedagang sayur di pasar tradisional daerah Cikarang-Bekasi.

Memprihatinkan saat melihat kegiatan tukang sayur yang semakin hari merampas fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Pada akhirnya trotoar menjadi pasar dengan sendirinya dan pejalan kaki yang jengkel menggunakan pinggir jalan yang seharusnya untuk pengguna kendaraan.

Ini juga yang menjadi salah satu faktor banyaknya kecelakaan yang terjadi antara pengguna jalan yang berkendara dengan pejalan kaki. Bahkan tidak jarang motor dan mobil juga menggunakan pinggir jalan untuk memarkirkan kendaraan mereka. Itu juga yang sering terjadi di tempat-tempat ramai, dan mengakibatkan kemacetan terjadi.

Selain pasar sayur di trotoar dan pinggir jalan yang dijadikan tempat parkir, ada satu hal lagi yang menjadikan jalanan semakin semerawut. Yakni para sopir angkutan umum yang sering menggunakan jalan dengan sesukahati demi mencari penumpang yang banyak tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain. Seringkali kecelakaan yang terjadi disebabkan angkutan umum membuat masyarakat sekitar emosi karena sopir tersebut ceroboh.

Akan lebih baik jika semua fasilitas umum tersebut kembali pada fungsinya masing-masing. Jika tidak ada kesadaran dari individunya, para kalangan-kalangan tertentu yang mempumyai wewenang untuk menertibkan negeri ini bisa membantu dan melaksanakan tugasnya.

Seruni Mega Yuliani (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Jurnalistik FIDKOM UIN Bandung)
    

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : UIN Sunan Gunung Djati
755 reads
Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...