Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mengais Rezeki dengan Berjualan Cobek

Selasa, 23 Oktober 2012, 19:37 WIB
Komentar : 0
m hilal
ani

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Makan, bermain,sekolah, mungkin hanya itu yang kerap kali anak kecil rasakan. Beda halnya untuk anak yang satu ini. Panggil saja dia dengan sebutan Ani. Anak perempuan ini berbeda dengan anak-anak lain yang seumurannya. Di usianya yang masih kecil, Ani seharusnya menghabiskan waktu dengan belajar dan bermain. Tetapi, dia menghabiskan waktu sehari-harinya dengan berjualan cobek.
 
Ani yang baru berusia 11 tahun dia sudah menjadi tulang punggung keluarga. Semenjak sang ayah meninggalkan Ani dengan ibunya dikarenakan ayahnya menikah dengan wanita lain. Ibu ani kerap kali jatuh sakit sehingga yang mencari kebutuhan sehari-hari harus Ani. “Saya pengen sekolah namun tidak ada biaya, dan saya terpakasa berjualan cobek di area dago hanya untuk kebutuhan sehari-hari dan obat ibu yang sedang sakit.” ujar Ani, yang ditemui saat berjualan, pekan lalu.

Setiap hari ani berangkat kerja dengan berharap cobek yang di bawanya laku terjual. Tidak perduli panasnya sinar matahari yang menyengat. Dia selalu gigih dan semangat untuk menjual semua cobeknya agar laku terjual. Walaupun cobek yang setiap Ani bawa tidak selalu laku terjual. Namun ia tetap bersabar, dan penghasilan yang didapatkan setiap harinya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Penghasilan yang Ani dapatkan tidak hanya dari hasil jualan cobek, namun sering kali Ani mendapatkan uang dari belas kasihan orang lain. Melihat banyaknya kasus anak-anak yang putus sekolah, seperti halnya yang dialami oleh Ani. Tentu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk lebih memerhatikan hal ini. Agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah.  

oleh Mohamad Hilal (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : UIN Sunan Gunung Djati
718 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...