Sabtu, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mahalnya Biaya Pendidikan di Negeri Ini

Minggu, 21 Oktober 2012, 19:49 WIB
Komentar : 1
unirow.ac.id
Mahasiswa KKN
Mahasiswa KKN

REPUBLIKA.CO.ID,Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia saat ini sudah bukan menjadi masalah baru. Meskipun pemerintah sudah memberikan keringanan melalui beberapa beasiswa bagi siswa yang tidak mampu dan berprestasi tetap saja tidak sesuai dengan standar hidup masyarakat Indonesia saat ini.

Beberapa fenomena yang saat ni terjadi diantaranya tidak meratanya penyebaran beasiswa yang di berikan pemerintah. Contohnya saja beasiswa tidak mampu tidak tersalurkan seutuhnya pada masyarakat yang memang membutuhkan. Dengan persyaratan yang boleh di bilang tidak terlalu rumit salah satunya adalah melampirkan SKTM  (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari pemerintah daerah setempat maka calon mahasiswa yang mendaftar bisa dengan mudah mendapatkan beasiswa. Sayangnya saat ini banyak fenomena pemalsuan identitas yang seharusnya calon mahasiswa itu di golongkan pada tingkat mampu menjadi tidak mampu karena sebagian dari mereka berfikir dan enggan mengeluarkan uang yang besar untuk biaya kuliah.

Akibat oknum-oknum seperti itulah, masyarakat yang tidak mampu kehilangan kesempatan.  Selain itu sebagian mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung juga mengeluhkan tidak mendapatkan fasilitas yang selayaknya.

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia kini dirasakan hampir oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya karena ketidakseimbangan pembiayaan yang dikenakan perguruan tinggi pada tiap-tiap jurusan yang berbeda-beda. Satu contoh setiap fakultas kedokteran di perguruan tinggi negeri. Biaya kuliah di fakultas ini luar biasa mahal dan rata-rata mencapai ratusan juta rupiah.

Penulis: Reztya Ridwan, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN SGD Bandung)


Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : UIN Sunan Gunung Djati
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...