Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemilihan Putra Putri Usakti Mengubah Pemahaman 'Kuliah'

Sabtu, 29 Desember 2012, 12:00 WIB
Komentar : 0
hendiqu.blogspot.com
Kampus Universitas Trisakti di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Universitas Trisakti (Usakti) menggelar Pemilihan Putra Putri Kampus Usakti 2012 (15/5). Acara ini diselenggarakan oleh unit seni budaya Trisakti (USB).

Kegiatan ini digelar untuk merubah pemahaman remaja tentang pendidikan. Sekarang ini banyak remaja yang berpikir kalau bekerja lebih penting daripada kuliah. ‘Kalau bisa langsung kerja, kenapa mesti kuliah?’. Pemahaman ini yang diubah. Tapi untuk merubahnya dibutuhkan seorang ikon kampus agar bisa menjadi contoh.

Tema yang diangkat ‘Fragilliicous’. Yang mengusung anti kekarasan yang sering terjadi saat memasuki awal perkuliahan. Tindak kekerasan yang sering disebut dengan ospek.Ospek yang seharusnya adalah pelatihan mental dan pengenalan lingkungan baru bukan tindak kekerasan. Melatih mental bisa dilakukan dengan berolahraga. Bukan dengan cara kontak fisik. Untuk itu, seorang ikon harus memiliki sifat berani, tegas, kritis dan berpikir panjang.

Pemilihan melewati beberapa tahap. Tahap penyisihan mulai dari orasi berbahasa Inggris di depan masyarakat Usakti. Tahap unjuk bakat, pembekalan sampai penjurian. Penjurian dilakukan oleh sembilan juri ahli. Yaitu Dewi Prihandini (UPT budaya), Hasijani (Humas Usakti), Sumbogo (Pagelaran USB) , Ramadhani (Designer Touch Of Ramadhani), Sari Oetomo (Majalah Campus Life), Angkasa Mega(Yayasan Puteri Indonesia), Indira Soediro(Putri Indonesia Pertama), Doddy A Mathondang (Ketua Abang None Jakarta, Alumni Trisakti), Perwakilan Kabama Usakti. Acara ini juga dihadiri oleh Tobi Muchlis, Rektor Usakti dan  Selena Maria,  Putri Indonesia 2011. “Malam Final Pemilihan Putra Putri Kampus Usakti menjadi malam yang sangat berkesan untuk aku. Karena pada malam itu saya dipakaikan Mahkota oleh Maria Selena Putri Indonesia 2011 dan saya bermimpi kelak dapat menggantikan beliau” kata Febrianti Tricahyani, Putri Kampus Usakti 2012.

Febrianti Tricahyani -- Teknik Pertambangan, Universitas Trisakti



Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : Trisakti
1.073 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...