REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bus Trans Jakarta kini tak lagi bisa menjadi harapan masyrakat untuk menikmati transportasi umum yang lebih baik.
Pasalnya, penumpang harus menunggu lama dan harus rela mengantre panjang. Apalagi disaat jam sibuk antara 06.00-09.00 dan 16.00-19.00. Fasilitas di haltenya pun kini sudah tidak lagi diperhatikan. Misalnya, pintu yang selalu terbuka bisa membahayakan penumpang. Fasilitas tempat duduk yang sedikit. Juga tidak disediakannya bangku khusus untuk penyadang cacat, lansia atau ibu hamil. Dan fasilitas pendingin yang sering kali justru tidak berfungsi.
Menurut Prof Bustani Mustafa, Dosen Teknik Universitas Trisakti, jika ingin mengubah masyarakat dalam suatu kota menjadi masyarakat yang semangat dan lebih baik, maka hal utama yang harus diperbaiki ialah transportasinya. Jika masyarakat sampai pada tujuan lebih cepat, maka masyarakat bisa menyimpan energi lebih banyak ketika beraktivitas. Daripada waktu masyarakat habis hanya untuk menunggu dan perjalanan yang panjang.
Sudah saatnya pemerintah bisa lebih perhatian dalam menghadapi masalah transportasi di Indonesia. Ada baiknya pemerintah menambah jumlah armada bus Transjakarta disetiap koridor. Juga memperhatikan selang waktu antar bus, agar penumpang tidak menunggu lama. Pemerintah juga sebaiknya memperbaiki sarana dan prasarana pendukung transportasi. Agar masyarakat bisa lebih nyaman menggunakan kendaraan umum.
Penulis: Muhammad Fatahillah Kawakibi Shodiqi -- Teknik Mesin, Trisakti