Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kampus Peringati Hari Lahirnya Pancasila

Selasa, 05 Juni 2012, 08:00 WIB
Komentar : 0
YAI
Perayaan hari kelahiran Pancasila di UPI YAI

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Universitas Persada Indonesia YAI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan KOPERTIS III,   memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Peringatan ini sengaja digelar, di saat beberapa eksponen bangsa ini sudah mulai melupakan kapan Pancasila dirumuskan. Dalam perayaan ini,  Kopertis mengandeng kurang lebih 30 perguruan tinggi swasta yang tersebar di wilayah Jakarta. Acara ini berlangsung menarik, karena diawali dengan penjahitan bendera merah putih di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat dan berlangsung Jumat (1/6) dari pukul 06.30 Wib.

Dengan kawalan polisi, beberapa mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi swasta di Jakarta kemudian mengarak bendera berukuran 9x6` meter itu di sepanjang jalan proklamasi hingga Jalan Diponegoro sambil menyanyikan lagu-lagu nasional.  Acara dilanjutkan dengan upacara di lapangan Universitas Persada Indonesia YAI yang dipimpin oleh wakil menteri pendidikan nasional, Prof D Ir Musliar Kasim MSi, dan di hadiri oleh Rektorat UPI YAI, dosen serta mahasiswa serta tamu -tamu dari PTS yang tergabung dalam KOPERTIS III.

Petugas upacara yang terdiri dari protokol, komandan upacara dan pemimpin barisan menjadi bagian dari AkFar Hang Tuah. Sedangkan untuk paduan suara, mahasiswa YAI yang mendapat kehormatan untuk melakukannya. Wakil menteri pendidikan, Musliar Kasim mengatakan ini kali pertama dirinya menghadiri langsung acara yang diadakan di kampus. Ia juga berpesan kepada para mahasiswa untuk tidak hanya sekedar menghafal Pancasila tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. ''Saya harap dengan adanya peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, mahasiswa bisa lebih menyadari perannya untuk masyarakat karena mereka adalah contoh untuk masyarakat luas,'' ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan dialog kebangsaan di Auditorium Gedung Psikologi UPI YAI lantai 10 di Auditorium Hj Darlina Julius, dengan narasumber mantan menteri sekretaris Negara RI, Ir. Bondan Gunawan S, Direktur pembelajaran dan Kemahasiswaan dikti, Dr Illah Sailah, dan sejarawan Prof. Dr. Anhar Gonggong sampai jam 12 siang. Di acara dialog kebangsaan ini, peserta memiliki kesempatan untuk melakukan dialog langsung dengan para narasumber tentang Pancasila dan bagaimana menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

pengirim: Desy S Anas S Ikom MM (dosen Universitas Persada Indonesia YAI)

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : YAI
1.431 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...