Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Berkah Pisang Coklat

Senin, 14 Mei 2012, 22:45 WIB
Komentar : 0
Aninta Ekanila
pisang coklat

REPUBLIKA.CO.ID,Piscok, begitulah kudapan ini dinamai oleh masyarakat. Bentuknya panjang berisi pisang yang dilumuri saus coklat. Rasanya tentu saja manis dan gurih. Tanpa diduga-duga, kudapan kecil ini menjadi primadona di kalangan mahasiswa Universitas Indonesia.

Piscok menjadi primadona bukan hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena bermanfaat untuk mengisi kantong. Sudah lama piscok dijadikan komoditas bagi para pedagang yang bermukim di sekitar kampus UI Depok, Jawa Barat. Dari mulai berdagang di stasiun kereta hingga ke daerah kost-kostan. Namun sejak tahun 2011, wilayah dagang mereka meluas hingga ke fakultas-fakultas. Layaknya agen penjual, para mahasiswa giat menjajakan box demi box piscok kepada teman-temannya.

Box-box piscok tersebut didapatkan mahasiswa dengan memesan kepada seorang produsen piscok di daerah Kukusan, Depok. Setiap pagi piscok tersebut diantar ke halte-halte fakultas untuk kemudian dijual kembali oleh para mahasiswa. Jumlahnya tidak sedikit. Setiap hari bisa sampai dua puluh kardus berisi tiga puluh piscok didistribusikan ke setiap fakultas.

Untuk apa kiranya piscok-piscok ini dijual? Rupanya para mahasiswa sedang giat mengumpulkan dana untuk acara kepanitiaan. Piscok menjadi pilihan utama mendatangkan keuntungan besar bagi acara mereka.

Satu piscok dihargai Rp 1000. Para mahasiswa bisa meraup keuntungan dua kali lipat dari modal mereka. Jika tiga box saja yang terjual habis sehari, keuntungan mereka mencapai Rp 45.000. Lumayan bukan?

Piscok mudah laku. Kudapan ini dijadikan pengganjal perut di pagi hari terutama bagi para mahasiswa yang tidak sempat sarapan dan ingin hidup hemat. Belum sampai tengah hari, kudapan ini sudah terjual habis. Berkah piscok ini tidak hanya dirasakan para mahasiswa, tetapi juga para pedagang. Menurut penuturan Agus dan Raswo, pengantar piscok harian di Fakultas ISIP, Universitas Indonesia, sekarang mereka kebanjiran pesanan. “Toko yang di stasiun sedang ditutup dulu. Sekarang setiap hari kami cukup buat piscok saja dan mengantarkan ke halte untuk dijual mahasiswa,” ungkap Agus.

Penulis: Aninta Ekanila, Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia 2011



Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : FHUI
2.014 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...