Jumat 16 Dec 2022 14:02 WIB

Prabowo dan Menhan Prancis Bahas Pelatihan Pilot TNI AU Awaki Rafale

Indonesia akan mengakuisisi 42 unit jet Rafale, dan tahap pertama sebanyak enam unit.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Jet Dassault Rafale dipamerkan di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/11/2022). Pameran berbagai jenis pesawat tempur, angkut, dan helikopter merupakan rangkaian dari Indo Defence 2022 yang dipusatkan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat yang berlangsung pada 2-5 November 2022.
Foto: Republika/Erick Purnama Putra
Jet Dassault Rafale dipamerkan di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/11/2022). Pameran berbagai jenis pesawat tempur, angkut, dan helikopter merupakan rangkaian dari Indo Defence 2022 yang dipusatkan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat yang berlangsung pada 2-5 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Menhan Prancis Sebastien Lecornu bertemu membahas program pelatihan bagi pilot TNI Angkatan Udara (AU) yang akan mengawaki jet tempur Dasaault Rafale. Prabowo mengatakan, pelatihan itu penting untuk memperkokoh kekuatan tempur TNI AU dengan kehadiran Rafale.

"Sehingga, para pilot TNI AU harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengawaki jet tempur generasi 4,5 asal Prancis tersebut," kata Prabowo di Hotel de Brienne, Paris, Prancis, Kamis (15/12/2022). Prabowo melakukan kunjungan balasan setelah Lecornu mengunjungi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta pada medio November 2022.

Selain kerja sama di bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista), Indonesia dan Prancis juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di bidang pelatihan dan pendidikan bagi taruna. Prabowo mengatakan, Indonesia akan membeli alutsista  multirole combat aircraft dengan mengakuisisi 42 unit Rafale, dan tahap pertama sebanyak enam unit.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan, Mabesau mengirimkan enam penerbang untuk menjalani latihan guna mengawaki Rafale. "Sudah kami kirim enam penerbang dan delapan orang teknisi ke Prancis untuk menjalani latihan," kata Fadjar di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (8/11/2022).

Menurut Fadjar, para penerbang dan teknisi itu akan menjalani pendidikan dan latihan di Prancis selama tiga bulan. "Ini tidak lama, hanya tiga bulan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement