Jumat 18 Nov 2022 04:21 WIB

Kiai Said Ajak Pakar Bangun Kedaulatan Pangan dan Energi

Pakar diajak berkontribusi membangun kedaulatan pangan dan energi.

Said Aqil Siradj
Foto: ANTARA
Said Aqil Siradj

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Islam Nusantara Foundation (INF) K.H.Said Aqil Siroj mengajak para pakar untuk sama-sama berkontribusi membangun kedaulatan pangan dan energi.

"Kita punya kekayaan energi dan alam yang luar biasa. Hanya perlu tata kelola yang tepat, yang benar dari tangan-tangan para ahli yang memang bidangnya dan punya semangat ingin membangun kemandirian ketahanan energi," kata Kiai Said dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Kiai Said menggelar diskusi strategis bertema Reformasi Tata Kelola Energi Nasional di Jalan Kudus 9, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis. Ia mengajak sejumlah pakar untuk berdiskusi mengenai tata kelola energi di masa mendatang.

Menurut Kiai Said, kedaulatan pangan dan energi hanya bisa diwujudkan apabila tata kelolanya benar-benar berada di tangan yang terampil dan punya karakter.

Sebaliknya, kata Kiai Said, tidak mungkin kedaulatan itu terwujud apabila tata kelolanya berada di bawah tangan orang-orang yang hanya mengejar kepentingan sesaat.

"Jika kebenaran diperalat untuk mencapai kepentingan, hancurlah tatanan kehidupan di muka bumi ini," ucapnya.

Menurut Kiai Said, kalau bangsa ini ada kemauan yang kuat, akan mampu untuk benar-benar membangun kedaulatan energi sebab Indonesia merupakan bangsa yang besar.

"Kita besar dari demografi, kaya dengan sumber daya alam yang luar biasa. Hanya perlu kebijakan dan keberanian serta SDM (sumber daya manusia) dan skill (keterampilan) yang harus sempurna untuk membangun mewujudkan kedaulatan pangan dan energi kita," katanya.

Dengan tegas, Kiai Said mengatakan bahwa pangan dan energi yang ada di Indonesia selama ini selalu dipengaruhi oleh kepentingan sekelompok kecil yang kerap mendapat keuntungan luar biasa atau yang biasa disebut oligarki.

"Maka, kami siap memberikan konsep pemikiran, rumusan, langkah, dan rekomendasi. Diskusi membahas (tata kelola) energi ini akan kami bawa ke Kementerian ESDM," pungkas Kiai Said.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement