Jumat 07 Oct 2022 05:13 WIB

Akbar Tandjung ke Anies, Pengamat: Goyahkan Soliditas Internal Golkar

Akbar Tanjung dinilai masih menjadi tokoh sentral di Golkar.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung menyatakan dukungan secara terbuka ke Anies Baswedan. Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga mengatakan, pernyataan Akbar tersebut dinilai dapat menggoyahkan soliditas di internal Golkar.

"Ada dua penyebabnya. Pertama, Akbar Tanjung masih menjadi tokoh sentral di Golkar. Pengaruhnya masih sangat kuat di akar rumput Golkar. Karena itu, dukungan Akbar kepada Anies setidaknya akan memecah suara dukungan di internal Golkar," kata Jamiluddin, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga

Kedua, sebagian internal Golkar bisa saja tidak lagi mendukung Ketua Umumnya Airlangga Hartarto menjadi capres. Menurutnya pernyataan Akbar tersebut bisa saja akan mengembosi Airlangga agar dianulir menjadi capres dari Golkar.

"Peluang itu sangat terbuka karena elektabilitas Airlangga tak kunjung meningkat. Dengan elektabilitas saat ini kiranya wajar bila sebagian kader Golkar pesimis bila Ganjar dipaksakan mrnjadi capres," ucapnya.

Momentum itu menurutnya bisa saja dimanfaatkan pendukung Akbar untuk menganulir Airlangga menjadi capres dari partainya. Mereka bisa saja akan mendorong Rapimnas kembali untuk memutuskan capres lain selain Airlangga.

"Hal itu juga dapat berdampak ke KIB. PAN dan PPP bisa saja akan meragukan Airlangga bila nantinya di goyang di internalnya," ujarnya.

Sementara itu Jamiluddin juga memprediksi hal yang sama juga akan menimpa PAN dan PPP. Akar rumput di dua partai tersebut juga banyak yang menginginkan Anies menjadi capres.

"Karena itu, bisa saja di internal PAN dan PPP juga akan mengalami masalah yang sama dengan Golkar. Setidaknya situasi api dalam sekam akan menyelimuti PAN dan PPP," tuturnya.

"Kalau hal itu benar terjadi, peluang goyahnya KIB akan sangat besar. Bisa jadi KIB tetap ada, tapi dalamnya sudah keropos karena sebagian kader Golkar, PAN, dan PPP hatinya ada di Anies. Hal itu akan membuat KIB akan menjadi ada namun tiada," imbuhnya. (Febrianto Adi Saputro)

Baca juga : Anies Capres Nasdem, Gerindra: Jangan Berpikir Dapatkan Kebaikan yang Sama

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement