Ahad 11 Sep 2022 17:31 WIB

Dikunjungi Kiai Gontor, Ibu Santri AM: Tindakan Nyata Hibur Keluarga

Kiai Gontor kunjungi ibu santri AM di Palembang.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil
Ibu santri Gontor yang meninggal karena dianiaya seniornya, Soimah mengaku berterima kasih atas kunjungan dari pimpinan Pondok Gontor ke rumah dan ke makam AM pada Jumat (9/9/2022).
Foto: Instagram
Ibu santri Gontor yang meninggal karena dianiaya seniornya, Soimah mengaku berterima kasih atas kunjungan dari pimpinan Pondok Gontor ke rumah dan ke makam AM pada Jumat (9/9/2022).

REPUBLIKA.CO.ID,PALEMBANG–Ibu santri Gontor yang meninggal karena dianiaya seniornya, Soimah mengaku berterima kasih atas kunjungan dari pimpinan Pondok Gontor ke rumah dan ke makam AM pada Jumat (9/9/2022). Kunjungan ini disebutnya sebagai tindakan nyata pihak pondok untuk menghibur dan berbelqsungkawa atas musibah yang menimpa.

"Terhadap adanya kunjungan dari Pimpinan Gontor ke kediaman rumah saya dengan bertakziah bersama saya dan keluarga besar dan juga pada sore harinya telah melakukan ziarah ke makam anak saya Albar Mahdi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," tulis Soimah dalam unggahan di akun instagram miliknya, Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga

"Tujuan mereka mengunjungi saya dan keluarga dapat saya maknai adalah suatu bentuk tindakan yang nyata kepada keluarga kami, yaitu untuk menghibur dan mengucapkan Belasungkawa. Agar keluarga kami bersabar dalam menghadapi cobaan yang sedang kami alami,"tambahnya.

Soimah kemudian menambahkan, akan terus melanjutkan proses hukum untuk mengungkap kasus penganiayaan yang menimpa anaknya AM. Dia menginginkan agar insiden ini diungkap kebenarannya sejelas-jelasnya.

Menurutnya, sebagai seorang ibu, tindakan ekshumasi hingga otopsi sebenarnya telah mengguncang dirinya. Namun ia terpaksa menyetujui tindakan tersebut agar kebenaran benar-benar terungkap dan agar anaknya mendapat keadilan.

"Saya sebagai seorang ibu dari Albar Mahdi tetap terus akan melanjutkan perjuangan anak saya. Karena sebelum anak saya meninggal, almarhum selalu berceloteh kepada saya, yang ingin memperbaiki sistem ponpes,"katanya.

"Rupanya dengan meninggalnya almarhum baru saya bisa mengerti maksud celotehan tersebut adalah untuk memperbaiki sistem agar tidak terjadi tindakan kekerasan di lembaga pendidikan mana pun dan pengalihan pengasuhan dan pengawasan kepada senioritas,"tambahnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement