Kamis 01 Sep 2022 17:42 WIB

Museum of Islamic Art di Doha Dibuka Kembali, Hadirkan 1.000 Objek Baru

Museum of Islamic Art Doha dibuka kembali pada 5 Oktober 2022.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah
Museum Seni Islam Doha. Museum of Islamic Art di Doha Dibuka Kembali, Hadirkan 1.000 Objek Baru
Foto: Wikipedia
Museum Seni Islam Doha. Museum of Islamic Art di Doha Dibuka Kembali, Hadirkan 1.000 Objek Baru

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Salah satu museum paling penting di Timur Tengah adalah Museum of Islamic Art (MIA) yang terletak di Doha. MIA akan dibuka kembali pada 5 Oktober setelah pembuatan dan pemasangan kembali galeri koleksi permanennya.

Sejak April 2021, museum ditutup karena akan dilakukan penataan ulang menjelang peluncuran Piala Dunia FIFA pada November nanti. Galeri akan diatur sesuai dengan tema sejarah dan budaya, periode dan geografi, dan akan mengeksplorasi tradisi besar pengerjaan Islam. Salah satu objek utama adalah Ruang Damaskus abad ke-19 yang baru dipugar dan membutuhkan waktu tiga tahun untuk dirakit kembali.

Baca Juga

Museum menampilkan 1.000 objek. Beberapa di antaranya akan ditampilkan untuk pertama kalinya. Sebuah pilihan dari beberapa artefak paling penting MIA termasuk Blue Quran abad kesembilan, Vas Cavour (akhir abad ke-13), kalung Varanasi (sekitar 1609), manuskrip Ramayana akhir abad ke-16 untuk Hamida Banu Begum, dan permadani Franchetti (sekitar tahun 1575) yang dipajang di galeri pertama di lantai dua.

Galeri di bagian yang sama juga didedikasikan untuk Alquran dan sejarahnya serta pendidikan dalam budaya Islam. Bagian baru lainnya di tingkat tiga berfokus pada tiga kerajaan, yaitu Ottoman yang memerintah dari Turki atas wilayah Arab, Safawi (Iran), dan Mughal (Asia Selatan). Ruang Asia Tenggara baru yang mewakili populasi Muslim di wilayah itu dan kehadiran mereka di Qatar dan Teluk juga merupakan salah satu tampilan baru.

Pameran temporer perdana, Baghdad: Eye's Delight (26 Oktober-25 Februari 2023) memetakan sejarah ibu kota Irak dari zaman dahulu hingga sekarang. Kurator berfokus pada era utama, seperti dinasti Abbasiyah (750-1258) dan periode antara 1940-an dan 1970-an ketika Baghdad berkembang menjadi kota metropolitan yang lebih kosmopolitan. Objek dipinjam dari 22 institusi di se luruh dunia termasuk Metropolitan Museum of Art di New York.

MIA, sebuah landmark arsitektur yang dirancang oleh arsitek pemenang Hadiah Pritzker I.M. Pei, dibuka pada tahun 2008. Perombakan museum adalah salah satu dari serangkaian inisiatif budaya yang dirancang untuk meningkatkan status soft power Qatar.

Dilansir The Art Newspaper, Kamis (1/9/2022), negara bagian juga bergerak maju dengan rencana untuk membangun tiga museum baru, termasuk lembaga baru yang disebut museum Lusail yang dirancang oleh arsitek Swiss terkenal Herzog & de Meuron yang akan menjadi rumah bagi koleksi lukisan, gambar Orientalis paling luas di dunia, fotografi, patung, teks langka, dan seni terapan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement