Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kabupaten Agam Butuh 1429 Guru SD

Wednesday, 29 February 2012, 04:36 WIB
Komentar : 1
www.komhukum.com
Guru di daerah terpencil. (ilustrasi)
Guru di daerah terpencil. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, -- Masalah pendidikan masih menjadi momok bagi bangsa Indonesia. Di kabupaten Agam, Sumatera Barat masih kekurangan sebanyak 1.429 orang guru sekolah dasar (SD).

"Kabupaten Agam kini masih kekurangan guru kelas, guru olahraga dan guru agama untuk SD sebanyak 1.429 orang," kata Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam Marjunis Habjet di Lubukbasung, Rabu.

Dia merinci, kekurangan 1.429 orang guru tersebut terdiri atas guru kelas kurang sebanyak 1.006 orang, guru agama 111 orang dan guru olahraga 286 orang. Sementara jumlah guru di Kabupaten Agam saat ini sebanyak 3.023 orang yang berada di 446 SD yang ada, sedangkan kebutuhan guru sebanyak 4.423 orang.

"Kekurangan ini disebabkan ada sebagian guru yang sudah pensiun atau mendapatkan promosi pada jabatan lainnya," jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan guru itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Agam akan melakukan analisis kekurangan guru dari tahun 2012 sampai 2015 yang akan dijadikan acuan untuk menambah kekurangan guru tersebut.

Selain itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat akan memanfaatkan guru non pegawai negeri sipil (PNS) yang selama ini sudah mengajar dengan honorarium yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Jumlah guru non PNS di Kabupaten Agam sendiri sebanyak 2.255 orang dari 10.230 orang jumlah guru. Mereka mengajar mulai di tingkat SD sampai tingkat SMA.

Terkait wacana pengangkatan guru non PNS menjadi PNS, Sekretaris Disdikpora Kabupaten Agam Ediosman mengatakan masih menunggu petunjuk dari BKD, karena hingga kini surat edaran itu belum sampai ke Disdikpora.

"Kemungkinan dalam waktu dekat ini disampaikan oleh BKD ke Disdikpora dan guru Non PNS ini sudah bisa melengkapi persyaratan mereka," katanya.

,

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...