Sabtu, 25 Februari 2012, 11:14 WIB

BBM Naik, Tarif Angkot Siap-siap Naik

Rep: maspril aries/ Red: Endah Hapsari
Republika/Agung Supriyanto
Angkot (ilustrasi)
Angkot (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- Rencana pemerintah menaikkan harga BBM mendapat tanggapan beragam. Sopir angkutan kota (angkot) di Palembang dengan tegas mengatakan, “Kalau bensin naik, yo kami naikkan ongkos,” kata Aman (26 tahun) sopir angkot trayek Ampera – Bukit Lama, Sabtu (25/2).

Menurut Aman, angkot yang dibawanya menggunakan BBM, berbeda dengan beberapa angkot lain yang sudah beralih atau konversi ke bahan bakar gas (BBG). “Sekarang ini ongkos angkot BBM //samo bae// dengan ongkos angkot yang pakai gas,” katanya.

Dukungan kenaikan tarif atau ongkos angkutan umum seiring kenaikan BBM juga mendapat dukungan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Palembang. Organisasi yang menghimpun pengusaha angkutan umum itu sudah bersia-siap melakukan kenaikan tarif.

Fakhruddin Jamal, ketua Organda DPC Kota Palembang, menjelaskan akan mengusulkan kenaikan tarif angkutan umum sebesar 10 persen. “Disesuaikann dengan besaran  kenaikan harga BBM yang akan naik April mendatang,” katanya.

Menurut Fakhrudin, usulan tersebut akan disampaikan kepada Dinas Perhubungan Kota Palembang jika SK atau Keppres tentang kenaikan harga BBM sudah terbit. “Jadi kita sekarang melakukan antisipasi dengan melakukan kajian.”