
REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melakukan uji coba menanam bibit padi yang diklaim tahan terhadap genangan banjir. Uji coba ini menyusul ratusan hektare sawah di daerah setempat sering tergenang banjir.
"Luas areal sawah yang dijadikan percobaan atau demplot (demonstration plot) untuk bibit padi tahan genangan banjir sekitar tiga hektare di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Budi Santoso, di Kudus, Rabu.
Ia mengatakan, benih padi tahan genangan banjir tersebut merupakan bantuan dari Badan Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jateng. Saat ini, kata dia, Pemkab Kudus masih menunggu hasil uji coba tersebut. Hasil uji coba nantinya akan diusulkan untuk dikembangkan di sejumlah areal sawah yang sering menjadi langganan banjir.
Meskipun diklaim tahan terhadap genangan banjir, ketinggian genangan tidak boleh melebihi ketinggian tanaman padi. Atau, daun tanaman padinya minimal masih terlihat.
"Dengan kondisi tersebut, padi diperkirakan mampu bertahan lama hingga memasuki usia panen,'' katanya. ''Akan tetapi, bunganya tidak boleh tergenang banjir karena tanaman padinya dipastikan tidak bisa berbuah."
Ketinggian varietas tanaman padi jenis baru yang belum diketahui namanya itu mencapai satu meter. Sedangkan, tanaman padi yang selama ini ditanam petani kurang dari satu meter.
Bibit tanaman padi yang biasa ditanam petani itu hanya mampu tahan terhadap genangan banjir selama sepekan. Sedangkan, ketinggian genangan yang mendekati ketinggian tanaman diperkirakan hanya mampu bertahan berkisar antara tiga hingga empat hari.
"Jika hasil panennya bagus, padi ini tentunya akan diusulkan untuk dianggarkan pada APBD untuk penyediaan bibitnya dalam skala besar," ujarnya.