Thursday, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Nelayan Majene Butuh Alat Deteksi Tempat Ikan Berkumpul

Sunday, 05 February 2012, 07:16 WIB
Komentar : 1
Antara
Seorang nelayan sedang mempersiapkan jaring untuk keperluan menangkap ikan.
Seorang nelayan sedang mempersiapkan jaring untuk keperluan menangkap ikan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Nelayan di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, meminta kepada pemerintah pusat untuk memberikan bantuan alat pendeteksi tempat ikan berkumpul di laut. Bupati Majene, Kalma Katta, mengakui salah satu kekurangan nelayan Majene adalah mereka tidak memiliki alat pendeteksi ikan.

"Kabupaten Majene terkenal sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya adalah nelayan. Tapi, mereka kekurangan perlengkapan seperti alat pendeteksi tempat ikan berkumpul di laut," kata Bupati Majene, Kalma Katta, di Mamuju.

Karena tidak memiliki alat pendeteksi ikan di laut, maka hasil tangkapan nelayan di Majene dianggap kurang dalam meningkatkan sektor perikanan dan mendorong kemajuan ekonomi daerah Majene. Nelayan Majene awalnya menangkap ikan di laut dangkal. Namun karena laut dangkal mulai tercemar dan ikan berkurang, mereka kemudian menangkap ikan di laut dalam sekitar 30 mil dari lepas pantai Majene.

''Namun, karena tidak adanya sarana alat pendeteksi untuk mengetahui tempat ikan berkumpul di laut dalam, maka nelayan kesulitan menangkap ikan dan produksinya menjadi kurang,'' katanya. ''Oleh kareanya, saya meminta pemerintah memberikan bantuan alat pendeteksi ikan bagi nelayan Sulbar yang ada di Majene. Ini agar mereka tidak kesulitan lagi menangkap ikan dan dapat memacu peningkatan produksi perikanannya.''

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pembangunan Tekan Populasi Satwa Liar
JAKARTA -- Senior Advisor World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Prof Ir H Hadi S. Alikodra menuturkan pertumbuhan dan pembangunan yang pesat banyak memberikan...