Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Di Pinggir Sungai Musi, Anggota Konferensi Parlemen Islam 'Dinner' Bersama

Selasa, 31 Januari 2012, 22:51 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG - Peserta pertemuan parlemen negara-negara Islam di Palembang, 24-31 Januari 2012 makan bersama di pinggiran Sungai Musi 'River Side' Selasa malam.

Acara makan bersama sekaligus malam penutupan tersebut dihadiri Ketua DPR RI, Marzuki Alie dan Kepala Badan Kerja sama Antar Parlemen, Hidayat Nur Wahid. Selain itu juga hadir Asisten Kesra Pemerintah Provinsi Sumsel dr Aidit Aziz dan pejabat lainnya.

Dalam acara makan malam bersama itu peserta dihibur berbagai kesenian daerah Palembang. Wali Kota, Eddy Santana Putra menyambut baik dilaksanakan pertemuan parlemen negara-negara Islam di Kota Palembang.

Menurut dia, kota ini memang sebagai kerajaan Palembang Darussalam. Bahkan daerah ini banyak peninggalan sejarah seperti Masjid Agung Palembang, kata dia. Ini berarti Islam punya sejarah tersendiri sehingga pertemuan itu wajar dilaksanakan, ujar dia pula.

Ketua DPR RI mengatakan, pertemuan parlemen negara-negara Islam tersebut antara lain membahas bidang politik. Sementara dilaksanakannya pertemuan parlemen negara-negara Islam di Palembang karena kota ini juga memiliki sejarah terhadap perkembangan Islam.

Oleh itu pelaksanaan pertemuan parlemen negara-negara Islam dilaksanakan di kota ini, kata dia.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
793 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda