Tampar Siswa, Kepala Sekolah Ini Dijebloskan ke Penjara

Rabu, 25 Januari 2012, 16:40 WIB
colonel6.com
Tampar Siswa, Kepala Sekolah Ini Dijebloskan ke Penjara
Penjara (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO---Kepala sekolah SMA Negeri Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Arfan Akuba, yang menjadi terdakwa lantaran menampar siswanya, ditahan Pengadilan Negeri (PN) Kota Gorontalo usai menjalani sidang, Rabu (25/1).

Surat penahanan dirinya itu dibacakan hakim yang memimpin sidang, Arif Hakim Nugraha, usai menghadirkan dua saksi yang terdiri atas guru dan siswa yang melihat peristiwa penamparan pada 14 Juli 2011 itu.
Insiden itu terjadi pada saat apel pagi para siswa. Ketika itu Arfan mengumumkan barang siapa yang belum membayar iuran komite sekolah, maka dilarang masuk kelas. Seorang siswa kelas XII, berinisial AD, adalah salah satu siswa yang tidak diperkenankan masuk kelas.

Dia lalu menanyakan kepada kepala sekolah, mengenai alasan atau landasan aturan tidak dibolehkannya dia serta rekan-rekannya untuk mengikuti pelajaran.

Arfan yang mendapatkan pertanyaan tersebut kesal, dan menyeret AD ke ruang guru. Di sana anak itu ditampar di bagian mulut oleh Arfan, sebanyak dua kali. Tidak terima dengan perlakuan itu, orang tua AD mengadukan Arfan ke pihak kepolisian hingga akhirnya bermuara ke pengadilan.

Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: antara
Abu Tsumamah bin Abdullah bin Anas berkata, "Anas menunaikan haji di atas kendaraan, dan ia itu bukan orang yang pelit. Ia menceritakan bahwa Rasulullah menunaikan haji dengan naik kendaraan. Kendaraan itulah yang mengangkut beliau dan barang-barang beliau."(HR Bukhari)
anonim, Selasa, 7 Pebruari 2012, 16:14

hukum semakin membuat pelajar seperti raja,sementara guru adalah pelayannya.
Nasib jadi guru.

1 Balasan
Pak Guru, Selasa, 7 Pebruari 2012, 16:52

Guru kadang bukan jadi pelayan, tapi jadi budak murid

arif, Jumat, 3 Pebruari 2012, 02:08

peringatan bagi guru, jaman sudah berubah anak2 lebih kritis, jadi guru juga harus lebih cerdas dan bijak

3 Balasan
Traveller, Rabu, 8 Pebruari 2012, 08:14

Kenapa harus nampar, dan melarang siswa sekolah, Kepsek g bijak.Sebagai pendidik masih puluhan cara mendisplinkan siswa, selain menempeleng.

zicky, Rabu, 8 Pebruari 2012, 06:42

kalo gurunya bisa memberika alasan yang tapat dan masuk akal, pasti muridnya akan terima, ga perlu pake tampar-tamparan
yah..pelajaran bagi keduanya, guru hendaknya memberi contoh yang baik, dan murid juga harus hormat dan sopan.

Pak Guru, Selasa, 7 Pebruari 2012, 16:50

Siswa memang makin kritis, tapi banyak jg siswa kurang ajar, bagaimana menghadapi mereka. Anda belum pernah menjadi guru.

Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...