Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bayi Kembar Empat Hasil Inseminasi Lahir di Medan

Senin, 23 Januari 2012, 22:00 WIB
Komentar : 4

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Bayi kembar empat lahir di Rumah sakit Ibu dan Anak Stella Maris Medan, Senin (23/1). Buah hati pasangan Jon Pieter Manik (38) dan Sonta Ria Br Nababan (39) itu lahir setelah pasangan ini menjalani program inseminasi.

Jon Pieter mengaku dapat bernafas lega dan merasakan kegembiraan yang selama ini telah mereka nantikan selama empat tahun. "Mungkin Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kami hadiah. Karena 16 Juni 2011 lalu, kami baru merayakan hari pernikahan kami," katanya saat ditemui di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris, Medan.

Jon mengatakan, ia bersama istrinya sebelumnya sudah mencoba berobat ke berbagai tempat demi mendapatkan momongan. Namun, upaya tersebut belum juga membuahkan hasil.

Sementara dr Binarwan Halim, yang menangani kelahiran bayi kembar pasangan Jon Pieter dan Sonta Ria tersebut, mengatakan pasangan ini sebelumnya mengikuti program inseminasi. "Inseminasi adalah proses bantuan reproduksi, di mana sperma disuntikkan dengan kateter ke dalam vagina (intracervical insemination) atau rahim (intrauterine insemination) pada saat calon ibu mengalami ovulasi," kata dokter ahli kandungan ini.

Binarwan menuturkan, pasangan tersebut berkunjung ke kliniknya untuk melakukan program kesuburan, karena setelah beberapa tahun berumah tangga belum juga mendapatkan keturunan. "Setelah kita periksa, diketahui bahwa sperma tidak bisa menembus ke dalam rahim. Sehingga perlu dilakukan proses inseminasi ini untuk bisa mendapatkan momongan," katanya.

Menurut Binarwan, kelahiran bayi kembar empat itu sangat langka terjadi dalam program inseminasi. Bahkan, kata dia, program inseminasi yang memakan biaya Rp 3-6 juta itu hanya sekitar satu persen yang bisa menghasilkan bayi kembar empat. "Termasuk sangat langka bisa menjadi bayi kembar empat seperti ini," ujarnya.

Redaktur : Chairul Akhmad
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jika Diperlukan Dalam Kabinet Jokowi, Ini Sikap Muhammadiyah
JAKARTA --  Ketua Umum Muhammadiyah mengharapkan presiden Joko Widodo dan kabinetnya bisa menjalankan amanah dan tunaikan janji yang disampaikan pada kampanye lalu. Untuk siapa...