Saturday, 21 January 2012, 05:00 WIB

Keluarga Awak Kapal Pesiar Costa Concordia Siapkan Upacara "Ngulapin"

Red: Heri Ruslan
kapal mewah Costa Concordia yang karam di pantai barat Italia
kapal mewah Costa Concordia yang karam di pantai barat Italia

REPUBLIKA.CO.ID, KUTA -- Keluarga tenaga kerja Indonesia yang menjadi korban kecelakaan kapal pesiar Costa Concordia di Italia sudah menyiapkan upacara "ngulapin" untuk menghilangkan rasa trauma para korban.

"Rencananya upacara akan dilaksanakan besok. Sesajen sudah disiapkan oleh istri saya," kata Wayan Sukarta, saat menjemput kepulangan putranya yang menjadi korban kecelakaan kapal pesiar, di Bandar Udara Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Jumat malam.

Sementara itu, ke-14 TKI yang dipulangkan pada Jumat malam adalah I Made Wastika, I Made Mesib, I Made Mahartanegara, I Ketut Kardita, Ida Bagus Kumariyoga. I Wayan Lela Budayana, I Wayan Agus Murdanta, I Wayan Serinadi, Dewa Komang Rai Parta, I Putu Tirtana, I Gusti Bagus Kusuma Wardana, I Putu Widiana, I Kadek Agus Wuaya, dan I Putu Agus Kurniawan

Sukarta merupakan ayah dari korban bernama I Putu Tirtana ini mengaku lega anaknya bisa kembali pulang dengan selamat. "Anak saya baru empat bulan bekerja di sana menjadi 'waiter'(pelayan). Ke depannya, terserah anak saya saja mau lanjut kerja di kapal pesiar lagi atau tidak, saya sebagai orang tua tidak berani memaksa," ujar Sukarta yang merupakan salah satu petani di Desa Cemagi, Mengwi, Badung.

Yang penting, kata dia, secepatnya ingin mengupacarai anaknya dahulu supaya tidak terus trauma dengan kejadian yang menimpanya. Ni Nyoman Puri Astuti, adik dari korban yang bernama I Made Wastika juga mengatakan sudah menyiapkan upacara "ngulapin"

"Upacara akan kami laksanakan Senin (23/1) bertepatan dengan Tilem yang merupakan salah satu hari suci Hindu," ujar Puri. Ia menceritakan bahwa I Made Wastika (30 tahun) sudah sejak 2003 bekerja di kapal pesiar. Khusus di kapal pesiar Costa Concordia, kakaknya itu sudah bekerja selama delapan bulan sebagai "housekeeping".

Sementara itu, Ayu Astani yang merupakan istri dari Putu Widiana juga menyampaikan hal serupa sudah menyiapkan sesajen untuk melangsungkan upacara "ngulapin". "Saya sangat bersyukur karena suami saya dapat pulang dengan selamat. Saya trauma. Saya tidak akan izinkan lagi suami saya untuk bekerja di kapal pesiar," ucap Ayu terharu sambil menggendong anaknya yang masih balita itu.

Ia mengisahkan, dua hari sebelum kejadian kecelakaan, Ayu Astani sempat mendapat telepon dari suaminya. Sementara itu, isak tangis para keluarga dengan TKI yang dipulangkan melalui pesawat Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 638 tampak tak terbendung. Wayan Renadi, ibu dari I Putu Agus Kurniawan bahkan terlihat tidak kuasa menahan tangis saat diwawancarai oleh para awak media. Begitu juga dengan keluarga korban lainnya, mereka saling berpelukan dan menangis terharu.