Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Petani Belajar Tangkar Bibit Kentang di Australia

Jumat, 20 Januari 2012, 05:45 WIB
Komentar : 2
Antara
Kentang Impor
Kentang Impor

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA –- Sebanyak empat petani kentang dari dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mendapat kesempatan langka belajar di luar negeri. Keempat petani tersebut akan belajar metode pembibitan kentang di Australia. Para petani itu adalah Slamet Rohman, Adib Ahmad Kurniawan, Heny Rustanti, dan Yahya.

Mereka belajar menangkar bibit selama enam bulan, sejak 1 Februari 2012 sampai 2 Agustus 2012. "Mereka kami berangkatkan magang ke Australia untuk mengikuti program pengembangan dan penangkaran kentang," terang Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Fahrudin Slamet Susiadi, Kamis (19/1).
 
Fahrudin mengatakan, para petani kentang di Dieng menghadapi kesulitan mendapat bibit unggul. Akhirnya, mereka hanya mengandalkan bibit impor, tanpa bisa menangkar bibit sendiri dari hasil panennya. "Untuk itu, saya berharap, setelah  kembali dari Australia, mereka bisa membuat bibit kentang unggul, sehingga ketergantungan terhadap bibit kentang impor bisa dikurangi."

Selain mempelajari cara menangkar bibit kentang, Fakhruddin menambahkan, selama di Australia mereka juga mempelajari cara-cara budidaya kentang yang ramah lingkungan. Program pembelajaran ini didukung perusahaan PT Mohas Resty Kolaka. Program ini akan dijalankan secara berkelanjutan.

Reporter : eko widiyatno
Redaktur : Dewi Mardiani
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...