Saturday, 29 Ramadhan 1435 / 26 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kerusuhan di Sumbawa tak Terkait Sengketa Lahan dengan Newmont

Thursday, 22 December 2011, 22:21 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kabarnya polisi, tentara dan polisi hutan melakukan pembakaran terhadap puluhan rumah milik warga adat Pekasa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari areal lahan yang disebut-sebut milik PT Newmont.

Namun Mabes Polri membantah adanya keterlibatan polisi dan lahan yang ditempati warga adat merupakan hutan lindung. "Masih ditelusuri apakah milik Newmont atau bukan, tapi itu lokasi hutan lindung," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/12).

Saud membantah pelaku pembakaran dan pengusiran merupakan anggota dari Polri. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembakaran tersebut. Namun ia mengatakan warga yang menjadi korban itu sekitar 20 kepala keluarga (KK) mengaku lahan yang ditempati tersebut merupakan tanah adat.

Warga yang tinggal di hutan lindung itu juga berasal dari suku campuran, seperti dari Lombok dan Sulawesi serta mengaku telah lima sampai tujuh tahun tinggal di tempat tersebut. Ia mengaku masih mendalami kasus pembakaran dan pengusiran itu.

"Belum tahu pelakunya. Apakah legal atau tidak, kita lihat statuta-nya dulu. Harus jelas peruntukannya akan kita lihat dari petanya. Tapi di peta memang hutan lindung," kelitnya.

Sebelumnya, dikabarkan polisi, tentara, dan polisi hutan membakar puluhan rumah milik warga adat Pekasa di Kabupaten Sumbawa, NTB. Pembakaran itu untuk mengusir warga dari wilayah tersebut. Pasalnya, tempat tinggal warga adat Pekasa itu merupakan areal lokasi tambang PT Newmont. Bilal Ramadhan

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Djibril Muhammad
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Karawang-Indramayu Dalam Pantauan Udara
KARAWANG -- Pada sore jelang buka puasa, kemacetan parah terjadi pada perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang. Yang menarik, kemacetan justru terjadi...