Senin, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Senin, 7 Sya'ban 1439 / 23 April 2018

Pasca-Banjir di Sumbar, Harga Beras Melambung

Selasa 08 November 2011 09:31 WIB

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN, SUMBAR - Pasca musibah banjir yang melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyebabkan harga beras mengalami kenaikan. "Beberapa hari ini harga beras dijual yang pedagang terus saja merangkak naik," kata Yanti pedagang beras, Pasar Balai Selasa, Painan, Selasa (8/11).

Menurutnya, sekarang ini harga beras telah mencapai Rp 9.000 per kilogram yang dijual sejumlah pedagang Pasar Balai Selasa, Kabupaten Pesisir Selatan. "Dimana harga beras sebelumnya Rp 8.000 per kilogram namun sekarang sudah mencapai Rp 9.000 per kilogram," katanya.

Dia menambahkan, kenaikan harga beras yang dijual sejumlah pedagang ini disebabkan lahan persawahan milik masyarakat terendam banjir. "Para petani di Kabupaten Pesisir Selatan banyak gagal panen akibat lahan persawahan terendam banjir," katanya.

Hal senada juga dikatakan Wati pedagang Air Haji. Ia mengatakan sekarang ini harga beras dijual sejumlah pedagang mengalami kenaikan yang cukup dratis. "Di mana harga beras sebelum dijual pedagang dengan harga berkisar Rp 7.500 hingga Rp 8.000 per kilogram, namun sekarang telah mencapai Rp 9.500 per kilogram," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga beras ini dikeluhkan para pedagang, karena membuat omset penjulan mereka turun hingga mencapai 50 persen. "Walupun harga beras naik, namun stok beras di pasaran kini masih mencukupi permintaan masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, selaian harga beras yang mengalami kenaikan, cabe juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan. "Harga cabe mencapai Rp 50.000 yang dijual pada tingkat pengecer, sebelumnya harga cabe sebesar Rp 20.000 per kilogram," katanya.

Disamping itu tambah Wati harga sayur mayur juga mengalam kenaikan sebesar Rp100 per kilogram. "Dimana harga kentang sebelumnya Rp5.000 per kilogram, sekarang pedagang menjual Rp5.100 per kilogram," jelas Wati.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA