Friday, 28 Ramadhan 1435 / 25 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Selama Pernikahan Putri Sri Sultan HB X, Keraton Yogyakarta Ditutup

Monday, 17 October 2011, 10:45 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Keraton Yogyakarta ditutup untuk kunjungan kalangan wisatawan mancanegara maupun domestik selama pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Bendara dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara.

Petugas Keraton Yogyakarta Banendro, Senin (17/10), di Yogyakarta, mengatakan setiap ada perhelatan keraton, maka lokasi wisata itu ditutup untuk kunjungan wisatawan, namun jika yang mempunyai hajat pemerintah pusat, wisata keraton tetap dibuka.

Dua lokasi wisata keraton, yakni Pracimasono yang berada di depan dan wisata Keben di belakang selama pernikahan putri Sultan sama-sama ditutup. Pracimasono tutup hingga 18 Oktober 2011 dan dibuka untuk umum pada 19 Oktober 2011, sedangkan wisata Keben tutup hingga 19 Oktober 2011 dan dibuka pada 20 Oktober 2011.

Menurut dia, wisata Keben melalui Pracimasono buka, kalangan wisatawan domestik dipungut biaya Rp 3 ribu per orang, sedangkan wisatawan mancanegara Rp 5 ribu per orang. "Wisata keraton melalu Keben, maka wisatawan domestik dipungut biaya tiket Rp 5 ribu per orang dan turis mancanegara Rp 12.500 per orang," katanya.

Ia mengatakan, jumlah pengunjung wisata keraton di Pracimasono mencapai 3.000 orang per hari pada musim liburan, sedangkan wisatawan yang mengunjungi Keben mencapai 10.000 orang per hari pada musim liburan.
Penutupan Keraton Yogyakarta membuat kalangan wisatawan yang akan berkunjung ke keraton kecewa.

"Saya datang dari Semarang ingin mengunjungi Keraton Yogyakarta sekaligus melihat pernikahan putri Sultan, namun sayang ditutup," kata Erni (43) asal Semarang, Jawa Tengah.

Oleh karena itu, Erny dan keluarganya terpaksa hanya akan melihat prosesi pernikahan putri bungsu Sultan pada 17 Oktober hingga 18 Oktober 2011. "Lain kali saya dan keluarga akan datang lagi ke Yogyakarta untuk melihat peninggalan Keraton Yogyakarta," katanya.

Rangkaian prosesi pernikahan putri bungsu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara mulai berlangsung Minggu (16/10) hingga Selasa (18/10).

"Prosesi pernikahan dimulai dengan 'nyantri' mempelai pria, siraman, midodareni, ijab qabul atau akad nikah, 'panggih' (temu) pengantin, kirab pengantin, dan resepsi pernikahan di Kepatihan," kata putri sulung Sultan, GKR Pembayun.

Menurut dia, prosesi pernikahan tidak hanya dilakukan di keraton, tetapi juga di luar keraton, yakni kirab pengantin dari keraton menuju Kepatihan dan resepsi pernikahan di kompleks kantor gubernur DIY.

Saat ini di sejumlah titik di sekitar keraton tampak semarak dengan rangkaian hiasan, baik dari janur (daun kelapa yang masih muda) dan bunga-bunga segar yang dipasang untuk menyambut tamu.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah: 39)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar