Tuesday, 13 September 2011, 21:41 WIB

Kekeringan tak Punya Air, Warga Mandi dan Cuci di Sungai

Red: Stevy Maradona
Seorang bocah bermain bola di area tambak yang dilanda kekeringan di Galesong Utara, Takalar, Sulsel, Kamis (8/9). (ANTARA/Yusran Uccang)
Seorang bocah bermain bola di area tambak yang dilanda kekeringan di Galesong Utara, Takalar, Sulsel, Kamis (8/9). (ANTARA/Yusran Uccang)

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUK LINGGAU-- Musim kemarau mengakibatkan sumur sejumlah warga di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan, mengalami kekeringan sehingga harus mandi ke sungai.

Pantauan di bantaran Sungai Kelingi dan Sungai Mesat yang ada di daerah ini menunjukkan ratusan warga yang memanfaatkan air kedua sungai baik untuk mandi maupun mencuci pakaian. Karena sejak sepekan belakangan sumur mereka mengalami kekeringan.

"Terpaksa mandi dan mencuci ke sungai, air sumurnya sudah kering dan isinya ada beberapa ember saja," kata Dedi (32) warga Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Selasa.

Setiap pagi dan sore hari Sungai Kelingi di wilayah mereka kata dia, selalu dipadati warga yang akan mandi maupun mencuci pakaian. Selain warga asal Kelurahan Moneng Sepati, warga yang memanfaatkan sungai itu juga terdapat warga lainnya terutama yang berada di bantaran Sungai Kelingi mulai dari Kecamatan Lubuklinggau Barat I hingga Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Warga yang memanfaatkan sungai ini tambah dia, datang secara berkelompok dan mandi atau mencuci diatas bebatuan yang ada di sungai tersebut. Sementara itu hal yang sama juga terlihat di Sungai Mesat, cuma bedanya sungai di daerah ini lebih kecil dibandingkan dengan Sungai Kelingi.

"Untung masih ada sungai ini, kalau tidak terpaksa mandi pakai air galon. Apalagi kami tidak mempunyai air ledeng, jadi sangat bergantung dengan air sumur dan sungai," kata Hendri (35) warga Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Hujan di daerah itu kata dia, sudah tidak turun sejak beberapa bulan lalu, kendati ada beberapa kali hujan namun hanya sebentar saja kemudian reda kembali.

Untuk itu dia berharap agar musim kemarau ini segera berlalu, sehingga mereka sumur dapat berisi kembali dan ladang mereka dapat digarap kembali.

Sumber : Antara
loading...

Berita Terkait