Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Status Gunung Merapi Sumbar Masih Waspada

Kamis, 04 Agustus 2011, 12:46 WIB
Komentar : 0
.
Gunung Merapi, Sumatra Barat
Gunung Merapi, Sumatra Barat

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Pos Pengamatan Gunung Merapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Merapi di Sumatera Barat masih tetap waspada.

"Aktivitas Gunung Merapi masih pada taraf normal, meskipun ada gempa kecil vulkanik," kata petugas pemantau Gunung Merapi pada Pos PVMBG Bukittinggi Warseno ketika dikonfirmasi dari Padang, Kamis.

Warseno mengatakan, gempa vulkanik yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis sudah tercatat belasan kali tetapi masih dalam batas normal.

Kendati demikian, tentu tetap dilakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan dan abu vulkanik yang disemburkan gunung api aktif itu, katanya.

Gunung Merapi merupakan gunung dengan ketinggian 2.891 meter dari permukaan laut (mdpl) dan berada di dua kabupaten masing-masing Agam dan Tanah Datar. Pada Rabu (3/8) pagi gunung itu mulai menyemburkan abu vulkanik.

Semburan abu vulkanik itu tidak hanya sampai di Kota Padangpanjang, tetapi bahkan ke Sicincin dan Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman.

Menurut Warseno, aktivitas Gunung Merapi tidak mempengaruhi gunung api yang lainnya. Gempa tektonik berkekuatan 6,0 skala richter (SR) yang terjadi pada Kamis pagi juga tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Isfaimal mengatakan, aktivitas masyarakat yang berada di kawasan Gunung Merapi berjalan dengan normal.

Pihaknya sudah mendapatkan informasi dari PVMBG bahwa aktivitas Gunung Merapi sudah kembali beransur normal. "Belum ada masyarakat yang menggunakan masker. Setelah semburan abu Rabu pagi, kawasan itu sudah diguyur hujan," katanya.

Namun demikian, tambahnya, pihaknya tetap meminta masyarakat tetap waspada dan sebagai langkah antisipasi memang dipersiapkan posko untuk siaga di beberapa nagari di kawasan itu.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...