
REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA - Ketua Umum Yayasan Visi Anak Bangsa (YVAB), Debra H Yatim mengatakan anak-anak Papua bisa dan berpeluang menjadi penulis atau sastrawan terkenal seperti Gunawan Mohamad atau lainnya. "Lewat berbagai pelatihan menulis dan pendampingan yang intens kepada anak-anak sekolah dasar di Papua, kedepan, saya yakin ada di antara mereka yang bisa menjadi sastrawan atau penulis terkenal seperti Gunawan Muhamad," katanya di Jayapura, Papua, Ahad (24/7).
Menurut dia, dari acara lokalatih menulis dan menyusun naskah komik yang dilakukan oleh pihaknya, yang bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia melalui program Freeport Peduli di Jayapura yang sedang berlangsung saat ini, dapat dlihat sejumlah bakat alami menulis yang terdapat di 50 orang anak sekolah dasar dari Kota Jayapura dan kabupaten Mimika.
"Dari kegiatan ini saja, kami sudah bisa melihat dan menilai kemampuan mereka untuk menulis dengan baik," katanya sambil mencontohkan seorang anak dari salah satu SD yang ada di Kota Jayapura yang bisa menulis dengan detail dan terperinci.
Mantan wartawan ini menuturkan, jika sejak SD sudah diajarkan menulis yang baik dan benar maka ketika beranjak dewasa tak perlu lagi melakukan pekerjaan berat untuk membantu orangtuanya. Tapi, hanya dengan menghasilkan sebuah karya tulis, sudah bisa mendapatkan penghasilan, tentunya hal itu harus dimuat di media atau mengikuti berbagai ajang lomba.
"Jika sudah bisa menulis dan dimuat di media, kemudian dibayar secara tidak langsung Ia sudah bisa membantu orang tuanya," kata dia.
Untuk itu, Debra juga meminta kepedulian semua pihak untuk ikut berpartisipasi memberikan berbagai pelatihan menulis bagi anak-anak sekolah yang ada di Papua. "Kami (YVAB) ingin menggugah perhatian semua pihak untuk ikut peduli terhadap anak-anak Papua dalam hal menulis," pintanya.
Yayasan yang bermarkas di Cilandak Barat, Jakarta Selatan ini mempunyai kepedulian menggali dan mengembangkan potensi dasar kreativitas menulis anak-anak Papua guna mengasah pemahaman mengenai pluralisme dan multikuturalisme. Yayasan itu didirikan oleh Garin Nugroho, Debra H Yatim, Yanti Sugarda dan Agus Pambudio pada 2001.
Sejak Rabu (20/7) hingga Jumat (29/7) diselenggarakan lokalatih menulis dan menyusun naskah komik bagi anak-anak SD di Papua dengan tema "Mendorong Terciptanya Penulis-penulis Papua di Masa Depan", yang diikuti oleh 50 anak SD dari Kota Jayapura dan Kabupaten Mimika.
waduuuh... kegiatan berkedok penyesatan.
Balas