Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Warga Srumbung Tolak Pembangunan Sabo Dam Merapi

Kamis, 07 Juli 2011, 19:54 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,MAGELANG--Warga Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menolak rencana pembangunan sabo dam atau penahan aliran lahar dingin di Sungai Bebeng oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak.

Sejumlah warga Kaliurang di Magelang, Kamis, mengatakan, menolak pembangunan sabo dam tersebut karena membahayakan keselamatan kampung mereka.
Seorang warga Kaliurang, Mardono mengatakan, menolak pembangunan sabo dam karena akan membuat material menumpuk dan akhirnya meluber ke kanan dan kiri sehingga dikhawatirkan permukiman warga akan menjadi korban.

"Kami tidak ingin berakhir tragis seperti Desa Gimbal, Kaligesik, Brumbungan, dan Gendeng yang hancur total akibat awan panas dan banjir lahar dingin. Warga keempat desa itu kemudian ditransmigrasikan ke Lampung," katanya.

Hulu aliran Sungai Bebeng terdapat sembilan dam. Selama ini daerah sekitar dam menjadi pusat penumpukan material. Banjir lahar bahkan sempat meluber dan menutup jalan desa setempat.
Sabo dam yang terletak di eks-Desa Brumbungan, Kecamatan Srumbung ini bukan sabo dam baru dan sudah dibangun BBWSSO sebelum erupsi, namun di tengah perjalanan pembangunan sabo dam, Gunung Merapi meletus sehingga pembangunan akan dilanjutkan sekarang.

"Meskipun baru separuh, saat banjir lahar material justru meluap ke mana-mana. Jika sudah selesai tentu akan membahayakan Desa Kaliurang dan Kemiren. Hal ini yang kami khawatirkan," katanya.

Warga lain, Suaji, mengatakan luapan material tersebut mengancam keberadaan sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga sekitar Sungai Bebeng.
Ia mengatakan warga meminta pemerintah membangun tanggul di kanan dan kiri sungai agar material tidak melimpas.

Kepala Desa Kaliurang Kiptiyah mengatakan menghormati keinginan warga namun di sisi lain pemerintah desa tidak ingin program pembangnan pemerintah yang ada di desanya tidak berjalan.
"Pembangunan sabo dam ini tanggung jawab BBWSSO. Pemerintah Desa hanya berperan sebagai mediator antara warga dan BBWSSO. Kami akan memfasilitasi pertemuan kedua pihak agar ada solusi yang terbaik,"katanya.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
981 reads
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda