Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dinasti Rau Kehilangan Chasan Sochib

Kamis, 30 Juni 2011, 10:30 WIB
Komentar : 0
www.litbang.bantenprov.go.id
Chasan Sochib (dua kanan)
Chasan Sochib (dua kanan)

REPUBLIKA.CO.ID,SERANG - Ayah kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chasan Sochib, meninggal dunia, Kamis (30/6). Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Ciomas, Kabupaten Serang, Banten.

“Sekitar pukul 10:00 WIB jenazah Chasan Sochib akan dibawa ke Ciomas,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten, Komari.

Ayahanda Ratu Atut Chosiyah ini meninggal pada Kamis (30/6) pukul 04.00 pagi di Rumah Sakit Sari Asih Serang. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan KH. Fatah Hasan, Ciceri Bunderan Serang. Di rumah duka telah berkumpul keluarga dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Bagi mereka yang tinggal di Banten atau pernah tinggal di Banten, pasti kenal Chasan Sochib yang akrab disapa Haji Hasan. Tokoh sentral Banten dan pemimpin tunggal kelompok paling dominan di Banten yang sering disebut kelompok atau dinasti 'Rau'. Rau merujuk pada tempat tinggalnya di kompleks Pasar Rau.

Selain sebagai ayah kandung Ratu Atut Chosiyah, pria asal Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten yang sering mencantumkan nama lengkapnya sebagai Prof DR (HC) H Tubagus Chasan Sochib ini juga ayah kandung dari Wali Kota Serang Tubagus Hearul Jaman dan Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Pria berumur lebih dari 80 tahun ini juga merupakan mertua Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany; kakek anggota DPD RI, Andika Hazumi; dan suami Wakil Bupati Pandeglang, Heryani.

Chasan Sochib juga sering disebut dengan nama Abah. Chasan Sochib terlahir bukan dari keluarga kaya raya atau keluarga priyayi atau bangsawan. Ia terlahir dari keluarga pedagang beras biasa di Pabuaran.

Reporter : Muhammad Fakhruddin
Redaktur : Didi Purwadi
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Tb. Yadi Haryadi Sabtu, 16 Juli 2011, 11:54
Buat KPK.... Usut semua proyek pemerintah dan Swasta yang ada di Provinsi Banten.. Pejabat dana aparat di sana maling semua... Bosnya udah gak ada tuh sekarang, perlihatkan kemampuan mu KPK...
  irpan Minggu, 3 Juli 2011, 23:23
mudah-mudahan banten bisa lebih sejahtra
  ha..ha... Minggu, 3 Juli 2011, 19:11
perasaan dilihat komentnya - terus nih....he..he..meninggal itu ada 3 yaitu meninggal harum (wali/tokoh ulama atau proklamator seperti bing karno) meninggal bau busuk (.......) meningal tidak harum dan tidak bau masyaralat bias
  mbuhtemen Sabtu, 2 Juli 2011, 00:39
para pejabat banten mulai dagdigdug der nih...
  tubagus rahmatullah Jumat, 1 Juli 2011, 01:17
semoga tidak ada lagi yang seperti dirinya, dan banten bangkit setelah ini.